Klinik Khitan dr. Trisna Gelar Khitanan Massal Gratis Bersama DT Peduli Kab. Garut

366

dutapublik.com, GARUT – Bertempat di kantor DT peduli Jalan Karacak RT 03/RW 11 Kelurahan Kotakulon Kecamatan Garut Kota, klinik khitan dr. Trisna yang beralamat di Tarogong Kaler, bekerjasama DT peduli Garut menggelar khitanan massal. Minggu (23/10)

Khitanan massal diikuti oleh 59 anak dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Klinik yang pernah meraih 2 kali kegiatan rekor nasional ini, kembali menggandeng beberapa pengusaha untuk mengkhitan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.

Saat ditemui awak media dutapublik.com, manager klinik khitan dr. Trisna, Yogi menyampaikan, bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka saling berbagi dan merasakan sesama manusia, juga sebagai sesama muslim. Klinik khitan dr. Trisna mempunyai inovasi dalam alat khitan di mana anak yang dikhitan hari ini, besok harinya bisa langsung bermain.

Disinggung masalah biaya, jika khitan umum, Yogi, Amd.Kep sebagai manager klinik khitan dr. Trisna menyampaikan biaya yang ada di Klinik dr. Trisna mulai dari Rp. 250.000 hingga Rp. 1.000.000, lebih, tergantung obat yang diminta pasien.

” Untuk biaya khitan bagi yang umum, sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah sampai dengan satu juta rupiah lebih, tergantung obat yang dimohon oleh pasien, ” kata Yogi. Hal tersebut diiyakan oleh sesepuh klinik khitan dr. Trisna H. Aceng.

Dalam kegiatan tersebut hadir di tengah masyarakat dan anak yang akan di khitan, wakil bupati Garut Dr. Helmi Budiman. dikatakan Wabup kepada para orang tua semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban orang tua.

Selain itu, juga disampaikan Wakil Bupati, bahwa sebagai warga masyarakat Garut harus senantiasa sadar, tetap bersyukur dengan keadaan ekonomi saat ini, pasca virus covid 19 serta kenaikan harga bahan bakar minyak.

” Semoga kita segera keluar dari situasi ekonomi saat ini, ke arah lebih baik, khususnya warga Garut umumnya negara Indonesia,” kata Wabup dalam sambutan singkatnya.

Yogi, selaku manager Klinik dr. Trisna, mengajak kepada steakholder yang berkepentingan dan yang peduli terhadap lingkungan sosial, baik itu LSM ataupun ormas yang peduli terhadap orang orang yang kurang mampu atau kurang beruntung secara ekonomi. agar bisa bekerjasama dengan klinik khitan dr. Trisna.

Disinggung pula soal maraknya peredaran obat Syrup yang ditarik pemerintah, manager Klinik khitan dr. Trisna mengatakan, pihaknya sudah sejak lama mengganti obat sirup dengan puyer dan juga ditambah dengan madu.

” Kita sudah jauh-jauh hari mengganti obat Syrup dengan puyer ditambah madu supaya anak yang dikhitan tetap mau makan obatnya pasca khitan,” pungkas Yogi. (MD/YM).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *