dutapublik.com, KARAWANG – Tia Fatimah (39) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang membuat vidio yang menceritakan sakit di bekas operasi karena kerja berat.
Video tersebut dikirim Tia fatimah melalui sambungan WhatsApp ke awak media dutapublik.com.
Dalam video tersebut ia menceritakan keluh kesahnya selama bekerja di negara arab saudi. Diduga ia selalu mendapat cacian dan mengeluhkan sakit bekas operasi kelenjar dan sudah tidak kuat lagi bekerja dan minta dipulangkan ke Indonesia
“Saya sudah tidak kuat lagi bekerja disini sudah hampir empat bulan bekerja tanpa henti sudah tiga kali pindah majikan yang pertama saya hanya kerja lima hari itu juga dicaci dan dimaki, akhirnya saya dipulangkan ke PT dan kembali bekerja di majikan kedua kerja dua puluh tiga hari tiap hari dapat cacian dan makian kerja dari pagi sampai malam dan saya sekarang di majikan yang ketiga sekarang majikannya baik tapi saya mengurus anak majikan. Saya gak kuat kerja jam sembilan pagi sampai jam sebelas malam untuk bisa istirahat saya nyuri-nyuri untuk hanya sekedar duduk badan saya lemas bekas operasian di panyudara,” ujarTia.
“Sering sakit karena kerja berat pernah saya dioperasi kelenjar karena kerja keras ahirnyanya saya suka ada yang sakit ahirnya suka merasa mau pingsan badan tulang saya sakit sudah tidak kuat lagi bekerja ingin dipulangkan ke Indonesia,” pintanya.
Sementara itu kakak Tia Fatimah, Siti Aisyah menegaskan kepada awak media kondisi adiknya yang diduga sedang mengalami sakit di bekas operasi karena kerja keras dan sudah tidak kuat lagi bekerja, kepada siapa saja yang terkait pemberangkatan Tia Fatimah adiknya ia berharap memulangkannya
“Saya berharap kepada pihak pemroses pemberangkatan adik saya segera memulangkannya ke Indonesia dengan selamat,” ucap Siti Aisyah.
Sementara saat dikonfirmasi, Mila yang diduga sebagai pihak pemroses (sponsor) mengatakan ia tidak memproses dan semua proses itu ada kantornya di PT Elsafa.
“Maaf saya tidak memproses itu ada kantornya ada PT nya Elsafa Adiwiguna. Yang mau berangkat dia sendiri bahkan saya sama orang PT gak nyuruh dia atau memaksa dia berangkat dia pingin merobah nasib dan dia yang meminta berangkat karena dia pengen merubah nasib dan bisa membayar hutangnya,” pungkasnya. (RS)





