dutapublik.com, BANDUNG BARAT – Nelayan ikan pepetek (ikan kecil) yang banyak beroperasi di kawasan Danau Cirata harus menelan pil pahit pahit. Pasalnya ratusan nelayan ikan pepetek yang menggunakan alat bagang saat memancing harus tergerus dari Waduk Cirata karena lokasi mereka berusaha akan dipakai proyek strategis nasional PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
Nelayan pepetek yaitu Pak Oman dan Pak Adim menuturkan keluh kesah mereka, dimana saat ini mereka sudah kehilangan mata pencaharian untuk menghidupi keluarga pasalnya aparat sudah mengultimatum dirinya dan ratusan nelayan pepetek yang lain untuk tidak memancing ikan di Waduk Cirata dan segera memindahkan Bagang dari Waduk Cirata.
“Setiap hari siang dan malam mencari nafkah. Karena tidak boleh mencari nafkah di Waduk Cirata oleh aparat, sekarang saya telah kehilangan biaya untuk menghidupi keluarga,” ujar Adim, Kamis (2/2).
Adim mengaku pihak aparat hanya memberikan iming-iming berupa uang kerohiman sebesar Rp250 ribu per orang. “Ada cuman tidak sesuai paling dua ratus lima puluh ribu doang,” ungkapnya.
Padahal kata Adim, biaya untuk membuat “Bagang” ada yang mencapai Rp5 juta tapi kebanyakan Rp3 juta sehingga uang Rp250 ribu juga tidak cukup untuk biaya pemindahan Bagang dari Waduk Cirata.
Ia sendiri hanya bisa berharap agar pemerintah memberikan izin untuk melanjutkan usahanya. “Harapan saya ingin lanjut usaha disini karena saya tidak bisa usaha apa-apa lagi. Saya sehari paling dapat ikan sehari 2 kg. Paling banyak 10 kg. Kadang-kadang rezeki banyak 20 kg itupun paling sebulan satu kali. Saya sudah tidak ada solusi untuk bekerja yang lain,” ujarnya.
“Saya orang kecil saya minta kebijakan dari pemerintah. Kalau tidak ada kebijakan dari pemerintah lantas anak keluarga saya mau makan apa,” pungkasnya. (Uya)


