dutapublik.com, KARAWANG – Maraknya kasus perdagangan orang dengan modus bekerja ke luar negeri dengan mengiming-imingi uang fee dan gaji besar kini terdengar lagi. Salah satunya korban yang saat ini berada di negara Saudi Arabia yang mengadukan kepada posko dutapublik.com.
Nunung Paridah Wanita kelahiran Karawang Jawa Barat yang diduga menjadi korban perbudakan di negara Saudi mengeluhkan nasibnya entah kepada siapa ia meminta pertolongan untuk pulang ke tanah air tercintanya.
Diketahui Nunung Paridah yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orng menceritakan awal keberangkatan ke negara timur tengah atau Saudi Arabia.
“Nama saya Nunung paridah umur saya 36 taun dan saya diberangkatkan lewat PT Bahana dan sponsor saya ada dua yaitu Pak Bodong dan Pak Rohman,” tuturnya.
Lanjut Nunung sponsornya sudah tidak bertanggung jawab lagi, semua nomor handphonenya pun tidak ada yang aktif.
“Kalau nomor perusahaan justru saya tidak boleh tau oleh sponsor,” ujar Nunung, Kamis (14/9/2023).
Nunung juga pernah dijanjikan uang fee Rp15 juta oleh sponsor dan juga dijanjikan 1500 riyal namun setelah sampai di Arab justru hanya dapat 1200 riyal. “Saya bener bner ditipu oleh sponsor dan perusahaan, katanya ada asuransi pas giliran saya sakit, justru gaji saya dipotong oleh pihak kantor syarikah hampir 500 riyal. Udah gitu kerjanya kaya sapi perah, saya mulai kerja dari jam 7 pagi sampe dengan jam 2 pagi, gimana saya gak sakit kerjanya aja persis kaya kerja rodi maka dari itu saya putuskan minta pulang pak,” ujarnya.
Di ketahui Suhada yang berstatus sebagai suami dari Nunung Paridah menjelaskan hal yang sama seperti apa yang disampaikan oleh sang istri tercinta. Ia hanya bisa menahan air mata dan berharap istri tercintanya bisa dipulangkan. “Iya pak saya sebagai suaminya juga merasa ditipu oleh sponsor sampe detik inipun sponsor tidak ada tanggung jawabnya bahkan nomor mereka sudah gak aktif,” ujarnya Senin 11 September 2023.
Sementara itu Bodong dan Rohman yang berdasarkan pengakuan dari Nunung merupakan pemroses TKW/PMI ilegal kini menghilang seolah lari dari tanggung jawab. Ketika dikonfirmasi tidak ada satupun yang aktif ketika di hubungi oleh redaksi dutapublik.com. (Rahmat/Jabar/Rohmat)





