dutapublik.com, BLORA – Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Ronggolawe Cepu, melakukan Perjanjian
Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Selasa (24/10/2023).
Kegiatan STT Ronggolawe Cepu dalam rangka menjalin kerjasama dan upaya
kolaborasi di bidang riset dan inovasi teknologi yang mengarah pada program-program skala nasional. Kegiatan ini bertempat di Gedung Laboratorium Konversi Energi yang beralamat di Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Acara PKS dimulai jam 09.00 WIB yang dibuka oleh Kepala Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi, Dr. Cuk Sugiarto Aris Nandar, S.T., M.Eng.
Dalam sambutannya, Dr. Cuk Sugiarto Aris Nandar mengatakan, “saya sangat senang sekali kepada Ketua STT Ronggolawe Cepu, Bapak Ir. Sarjono, M.Eng., beserta jajarannya berkenan dan berkunjung langsung, dalam rangka penandatanganan PKS antara STT Ronggolawe dengan BRIN,” ujarnya.
“Saya juga menegaskan kembali terkait ruang lingkup kerja sama, meliputi Riset dalam bidang energi migas dan energi baru dan terbarukan, penyusunan dan publikasi karya tulis ilmiah, penyusunan draft permohonan
pengusulan kekayaan intelektual, dan narasumber, pembimbingan, pendampingan, pelatihan dan kuliah tamu. Selain ruang lingkup tersebut tidak menutup kemungkinan di bidang lain yang juga termasuk dengan program strategis lain, di BRIN, terutama untuk program wilayah yang ada di Kabupaten Blora, juga dapat ditambahkan untuk kegiatan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dari akhir sambutannya, ia juga berharap dengan adanya tindak lajut dari PKS ini kedua belah pihak bersepakat bersama sama mendukung pemerintah untuk mewujudkan program Sesarengan Mbangun Blora melalui Riset dan Inovasi Teknologi di Kabupaten Blora.
Selanjutnya sambutan juga disampaikan oleh Ketua STT Ronggolawe Cepu, Ir. Sarjono, M.Eng., atau lebih akrab dan familiar dipanggil dengan nama Mbah Jon. Dalam sambutannya ia mengatakan, “saya sangat berterima kasih kepada Pimpinan dan staf Kepala Pusat Bidang Konversi dan Konservasi Energi BRIN yang pada akhirnya jadwal penandatanganan PKS bisa dilaksanakan dari persiapan dan pembahasan awal yang sudah diawali sebelumnya melalui zoom meeting dari bulan Agustus,” ungkapnya.
Selain itu, Ketua STT Ronggolawe Cepu juga menyampaikan beberapa hal penting tindak lanjut kegiatan dapat segera dilakukan adalah pengajuan beasiswa 2 dosen STTR Cepu untuk mengikuti program beasiswa studi lanjut S3 dari skema yang ada di BRIN, implementasi program MBKM untuk mahasiswa, penulisan jurnal ilmiah bersama, dan program-program penting dan bermanfaat lainnya bagi kedua belah pihak.
“Saya berharap, dengan adanya PKS ini, kedua belah pihak berkomitmen dan berusaha menciptakan capaian yang diharapkan untuk saling berkontribusi mengembangkan riset, dan inovasi teknologi untuk mencetak SDM tangguh dan berkompeten,” imbuhnya.
Setelah acara sambutan pimpinan kedua belah pihak, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis dan mekanisme tindak lanjut dari ruang lingkup yang ada oleh semua jajaran kedua belah pihak yang hadir.
Salah satu diskusi diawali oleh staf ahli dari BRIN yaitu Prof. Ir. Amiral Aziz, M.Sc., yang menyampaikan, ada beberapa hal terkait riset di bidang energi baru dan terbarukan, yaitu
potensi pembangunan PLTB yang sudah diawali dengan kegiatan dosen STT Ronggolawe pada skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hibah dari Kemendikbud tahun 2023 ini, kemudian bidang PLT Mikro Hidro juga merupakan peluang penting bagi tindak lanjut kedua belah dalam kerjasama dari
hanya sekedar tanda tangan di atas kertas.
Secara substantif dari diskusi tersebut, Prof. Ir. Amiral Aziz, M. Sc juga menambahkan, “saya juga menyambut senang dan membuka seluasnya kepada para dosen di STT Ronggolawe, untuk berkolaborasi bersama dalam kegiatan riset dan inovasi untuk peningkatan dan kemajuan IPTEK dan kompeten si SDM.”
Dalam waktu yang sama,
diskusi juga disambung oleh Teguh Yuwono, S.T,M.T. yang menginisiasi awal dari komunikasi dan pertemuan dengan Dr. Cuk Sugiarto Aris Nandar, M.T., di Cepu dalam rangka pulang kampung, yang tenyata keduanya adalah sama-sama asli lahir di Cepu.
Pak Guh nama panggilannya, dalam diskusi mengatakan terkait isu tentang Cepu Raya yang baru-baru ini menjadi isu hangat dari Mensesneg Prof. Dr. Pratikno, dalam waktu dekat mendorong program Cepu Raya yang menjadi program Nasional bahwa Cepu merupakan wilayah center perekonomian yang layak untuk dijadikan sebagai pusat center peningkatan perekonomian wilayah di perbatasan Blora, Bojonegoro, Ngawi, dan Rembang.
Sehingga dengan adanya PKS dengan BRIN merupakan bagian upaya dan langkah STT Ronggolawe menuju Universitas dapat segera terwujud. Akhir diskusi dari pertemuan ditutup dengan kesimpulan kedua belah pihak berkomitmen dan berusaha untuk menjalankan apa yang telah menjadi kesepakatan kedua belah
pihak.
Selanjutnya acara dilanjutkan untuk kunjungan laboratorium, mulai dari laboratorium konservasi energi untuk biomassa, laboratorium konversi hidrogen untuk kendaraan listrik,
lab uji Panel Listrik standar SNI dan lab,l smart grid pembangkit listrik energi terbarukan untuk 3 titik lokasi yang ada di kawasan BRIN. Setelah kunjungan laboratorium selesai diakhiri dengan poto bersama sekaligus pihak STT Ronggolawe berpamitan untuk kembali ke Cepu.
Pihak BRIN juga menyampaikan
semoga STT Ronggolawe Cepu semakin maju dan segera berubah status menjadi Universitas di Cepu. (Ysn)






