Antisipasi Pendangkalan Muara Ciparage, Kartono Berharap Pemda Kabupaten Karawang Bangun Turap

499

dutapublik.com, KARAWANG – Salah satu faktor penunjang guna meningkatkan pendapatan sebuah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di sebuah daerah nelayan, di antaranya adalah akses saluran muara sebagai lalu lintas perahu nelayan harus mumpuni dan bebas dari hambatan. Salah satu hambatannya yang sering dialami adalah adanya pendangkalan saluran muara.

Karena pendangkalan saluran muara bisa menyebabkan perahu besar atau kapal tidak bisa melewati muara tersebut karena tidak layak untuk dilewati mengingat risiko yang besar yang akan ditanggung oleh para nelayan dan pemilik kapal atau perahu, yang bisa merusak lambung kapal dan terjadi kebocoran sehingga perahu atau kapal berisiko karam.

Hal itu yang diungkapkan oleh Kartono, selaku Manajer TPI Desa Ciparage Jaya Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dirinya mengatakan bahwa saluran muara yang ada di wilayahnya sudah mengalami pendangkalan.

“Saya Kartono, selaku manajer TPI Ciparage mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memfasilitasi para nelayan di sini, dengan mengirimkan dua unit Excavator untuk mengatasi masalah pendangkalan saluran muara untuk mengangkat sedimen di muara Ciparage yang memang tidak sedikit, yaitu kurang lebih 700 are,” ucapnya, saat diwawancarai media dutapublik.com belum lama ini.

Dikatakan Kartono, dengan adanya pengerukan atau pengangkatan sedimen di saluran muara Ciparage, maka akan berpengaruh kepada pendapatan retribusi di TPI Ciparage.

“Sebelum dilakukan pengerukan, para nelayan yang habis melaut dengan membawa ikan ada yang menjual hasil tangkapnya ke TPI yang lain yang terletak di Kabupaten lain. Karena saluran muara Ciparage terjadi pendangkalan, yang menyebabkan kapal mereka tidak bisa lewat,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada pemerintahan daerah Kabupaten Karawang khususnya kepada Dinas Perikanan, agar sedimen tersebut tidak terjadi lagi.

“Sekarang kan sedang dilakukan pengerukan, kemungkinan di bulan Desember 2022, sedimen itu akan terulang lagi karena di mulut muaranya itu tidak ada Turap. Tingginya gelombang kan akan membawa sedimen ke muara. Kami mohon kepada pemerintah daerah agar segera membangun Turap tersebut, sehingga hal itu juga akan meningkatkan pendapatan retribusi TPI Ciparage,” harapnya. (HDM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *