Balita Penderita Hidrosefalus Luput Dari Perhatian Pemerintah Akhirnya Meninggal Dunia

520

dutapublik.com, BEKASI – Permasalahan sosial, ekonomi dan lainnya begitu kompleks di Kabupaten Bekasi, hal ini harus menjadi perhatian serius Pemkab Bekasi.

Hal tersebut dialami oleh salah satu keluarga Irwan Agusta yang beralamat di Kampung Putat RT. 002/03 Desa Ridogalih Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi.

Informasi yang dihimpun awak media anak dari Irawan Agusta, Balita Muhamad Iqbal AlFarizi (4) yang menderita penyakit hidrosefalus (ada cairan diarea kepala) yang akan di operasi namun tidak ada biaya, sampai membuat pamflet permohonan donasi.

Lili Braja selaku Paman dari Iqbal (Almarhum) mengatakan ke awak media, pada Kamis (24/6), bahwa Ia sudah berusaha meminta bantuan kepada wakil rakyat dan yang lainnya, namun tidak ada respon.

“Saya sudah memohon dan kirim pesan WhatsApp ke para wakil rakyat Ketua DPRD Kabupaten Bekasi namun tidak ada respon dan pihak Dinsos Kabupaten Bekasi hanya datang saja tidak ada tindak lanjut sampai keponakan saya (Iqbal_red) dibawa ke RSUD Cileungsi dan akhirnya meninggal,” ungkapnya.

Ia berharap kepada Pemerintah Bekasi dan para wakil rakyat, supaya peduli terhadap kesulitan rakyat kecil, sehingga kejadian yang dialaminya tidak terulang kepada keluarga yang lain.

“Buat apa ada KIS dan lainnya kalau hanya teori saja, saya berharap kepada Pemkab Bekasi dan para wakil rakyat agar lebih respon kepada rakyat kecil apalagi mereka yang tidak mampu, jangan sampai kejadian ini menimpa pada warga lain di saat urgent butuh biaya pengobatan tidak ada pihak terkait yang respon dan di wilayah selatan tidak ada rumah sakit besar Pemkab Bekasi yang ada rumah sakit swasta, sehingga harus membayar mahal biaya perobatan, ini sangat memberatkan rakyat miskin,” ujarnya.

Diketahui, Muhamad Iqbal Alfarizi meninggal di Rumah Sakit, pada Kamis pukul 08.15 WIb, setelah selesai dilakukan operasi di kepalanya, dengan biaya sekitar Rp. 33 juta.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan dari pihak Rumah Sakit terkait hal tersebut. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *