dutapublik.com, BEKASI – Banjir setinggi hingga dua meter merendam dua desa di Kabupaten Bekasi, yakni Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, dan Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin. Banjir yang telah berlangsung selama dua hari ini dipicu oleh luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum sejak Sabtu sore, 24 Januari 2026.
Di Desa Labansari, sedikitnya 450 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Sementara di Desa Bojongsari, jumlah warga terdampak mencapai sekitar 700 KK. Meski ketinggian air terus meningkat, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing.
Salah seorang warga Desa Labansari, Martini, mengatakan banjir sudah terjadi dua kali dalam sepekan terakhir. Ia mengaku tidak mengungsi karena keterbatasan lokasi pengungsian.
“Dalam seminggu ini sudah dua kali banjir. Kami tidak mengungsi karena tidak ada tempat untuk mengungsi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur, Aris Sadikin, menyampaikan pihak kecamatan telah berulang kali mengimbau warga untuk mengungsi demi keselamatan. Pemerintah setempat juga telah menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak.
“Kami sudah beberapa kali mengimbau warga untuk mengungsi dan telah menyiapkan dapur umum. Namun, sebagian warga masih memilih bertahan di rumah,” jelas Aris.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Labansari, Amak Ghozali, yang turut mengimbau warganya agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dari unsur TNI, Kasdim 0509 Kabupaten Bekasi, Mayor Inf. Sukoco, menyatakan pihaknya telah mengerahkan personel TNI untuk membantu percepatan evakuasi warga serta penanganan dampak banjir.
“Kami mengerahkan anggota TNI dari Batalyon 843 Taipur untuk membantu evakuasi warga secepatnya serta memberikan bantuan, termasuk obat-obatan,” kata Mayor Sukoco.
Hingga Minggu siang, banjir di kedua wilayah tersebut mulai berangsur surut. Petugas gabungan dari pemerintah daerah, TNI, dan relawan masih terus bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. (SM Migung)






