dutapublik.com, GARUT – Menteri Kordinator Bidang Perekonomian H. Airlangga Hartarto beserta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Bupati Garut Rudy Gunawan dalam rangka kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.
Acara dihadiri Wakil DPRD RI Sufmi Dasco Ahmad, beserta rombongan Ketua DPRD Jawa Barat Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, Bupati Garut H. Rudy Gunawan, Ketua DPRD Kabupaten Garut Hj. Euis Ida Wartiah, Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Dandim 0611/Garut Letkol Czi Deni Iskandar, S.T., unsur Forkopimda dan Forkopimcam Garut Kota, para Kepala SKPD di lingkungan Kabupaten Garut, Jajaran Bank BNI, bertempat di Gudang PT. Garut Makmur Perkasa (GMP) jalan Sudirman Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Kamis (21/4).
Kedua Menteri yang datang ke Kabupaten Garut langsung meninjau kerajinan khas Kabupaten Garut serta memberikan bantuan kepada masyarakat secara simbolis dan penyaluran KUR dan inklusi keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Garut.
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya hari ini sengaja melakukan kunjungan kerja untuk melihat ekosistem terkait dengan industri kulit dan juga UMKM berbasis kulit yang ada di Kabupaten Garut.
Lanjutnya, masyarakat di Garut menerima manfaat program pemerintah antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kami pun mengunjungi beberapa stand pada beberapa usaha UMKM yang diberikan secara simbolis pinjaman KUR sebesar Rp500 juta dari Bank BNI dan secara On The Sport Ada tambahan bagi tiga Pengusaha yang omsetnya mencapai Rp300 juta sampai Rp500 juta per bulan.
“Alhamdulillah mereka juga dalam pandemi Covid-19 tidak melakukan PHK terhadap karyawannya dan saya berharap, UMKM dikabupaten Garut bisa mengakses KUR. UMKM kita terus mengakses KUR, karena KUR disiapkan oleh pemerintah besarnya Rp283 Triliun dan tentunya diharapkan diberikan bunga sebesar 3 persen,” harapnya.
Masih menurut Airlangga Hartarto, mengenai keberadaan PT. Widodo Makmur Perkasa pihaknya mengakui bahwa perusahaan tersebut tentunya perusahaan yang sudah cukup melantai di Bursa Ekonomi Indonesia.
“PT. Widodo Makmur Perkasa ini adalah perusahaan yang telah melantai di Bursa dan kami ucapkan selamat pada seluruh UMKM dan berharap bisa mengikuti jalan atau Pioner PT. Widodo Makmur Perkasa disektor kulit, dan sektor peternakan sapi dan peternakan ayam seperti PT. Widodo,” tuturnya.
Sementara Bupati Garut H. Rudy Gunawan mengucapkan selamat datang kepada kedua Menteri beserta Rombongan.
“Kami berterima kasih atas kedatangan Bapak Menteri beserta rombongan ke Kabupaten Garut di saat kami sedang melakukan Recovering untuk meningkatkan kembali perekonomian di Kabupaten Garut yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid 19. Kini kita sudah bisa mencapai 3,7 tingkat perekonomiannya yang sebelumnya sempat minus 1.”
“Mudah-mudah bisa mencapai 5 persen. Berbagai program-program yang ada di Kementerian Perokonomian sangat terasa manfaatnya bagi warga kabupaten Garut,” bebernya.
Ia melaporkan, pihaknya kini sudah memiliki kawasan industri, banyak pegawai yang masuk di dalam kawasan industri lebih dari 65 ribu orang, ini berkat saran-saran dari Ginanjar Kartasasmita,
“Pemkab berencana untuk kawasan perusahaan berkaitan dengan olahan kulit akan dipindahkan ke kawasan industri yang ada di kecamatan Selaawi,” terangnya.
CEO PT. GMP Indrawan Suwidya Adji menyampaikan, bahwa PT. GMP ini tergabung dalam sebuah perusahaan besar yang bernama PT. Widodo Makmur Perkasa.
“Sekarang sudah masuk dalam perusahaan holding sudah Tbk. Di mulai dari pengusaha sapi dari kecil sampai besar dan saat ini sudah bisa mencapai 50.000 sapi. Kita pun bergerak juga di rumah potong sapi bisnis daging untuk keperluan hotel, restoran, cafe, pasar dan supermarket.”
“Kulitnya dimanfaatkan untuk diolah di PT. Garut Makmur Perkasa, setelah sukses di sapi kini kita mulai merintis di holtre Ayam dan kita menjadi terbesar di Indonesia mencapai 5 sampai 7 juta yang tersebar di seluruh Indonesia dengan rumah potong standar modern,” imbuhnya.
Dirinya berharap, dengan hadirnya kedua Menteri bisa menjadikan Garut menjadi ikon kulit dunia.
“Karena perlu diketahui bahwa sentara kulit dan kerajinan kulit di Garut ini adalah bisa menjadi terbesar di dunia,” pungkasnya. (Made)






