Diduga Bertindak Arogan, Oknum Petugas Catat Meter PLN Disorot Warga

146

dutapublik.com, PROBOLINGGO –  Seorang oknum petugas pencatat meter listrik dari pihak PT PLN berinisial Y diduga bertindak arogan dalam menjalankan tugasnya. Petugas tersebut mencabut NCB (Neutral Circuit Breaker) meteran listrik di sebuah bangunan milik Koperasi Unit Desa (KUD) tanpa izin dari penyewa yang sah, yang berlokasi di Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (6/5/2025).

Nasution, penyewa sah lahan usaha di lokasi tersebut, mengaku kecewa dan geram atas tindakan petugas PLN yang menurutnya tidak profesional dan merugikan.

“Cara mereka bekerja seperti maling. Tanpa konfirmasi, tanpa cek ulang data, langsung mencabut meteran begitu saja,” ujar Nasution kepada wartawan Dutapublik.com.

Ia menjelaskan bahwa meskipun sempat mengalami tunggakan, ia sudah melakukan pelunasan sebelum tindakan pemutusan dilakukan.

“Saya sudah bayar sebelum mereka putus. Mereka hanya mengandalkan data pagi hari, lalu langsung memutus siang harinya. Tidak ada komunikasi, tidak ada verifikasi,” imbuhnya.

Nasution menekankan bahwa tindakan sepihak tersebut sangat berdampak pada usahanya, yang bergantung penuh pada pasokan listrik.

“Usaha saya ini budidaya bonsai. Tanaman ini butuh air dan listrik untuk pompa penyiraman. Kalau sampai tanaman saya mati, saya pastikan akan menuntut pihak PLN,” tegasnya dengan nada tinggi.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui pesan dan panggilan WhatsApp kepada petugas terkait belum mendapat respons. (SNR)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *