dutapublik.com, GARUT – EN BT Nurodin PMI asal Kabupaten Garut Jawa Barat diduga kuat jadi korban tindak perdagangan orang dengan modus dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di negara Saudi Arabia.
Ia diberangkatkan oleh sponsor bernama Ahmad dari Ranca Buaya Garut. Dari sponsor Ahmad, selanjutnya diteruskan kepada pemeroses bernama Rusdi dan Ibrahim di Jakarta. Lalu ia dijual ke majikan yang ada di saudi bernama Yazid. Demikian dituturkan EN BT Nurodin kepada tim dutapubik yang membantu proses pemulangannya dari mulai penjemputan di bandara Soetta hingga mengantarkan ke kampung halamannya di pameungpeuk Garut Jawa Barat, Jumat (24/2).
“saya berangkat dari Indonesia ke saudi pada 10 Oktober 2019 ke sponsor bernama ahmad orang ranca buaya masuk ke rusdi yang di jakarta dan ibrahim. Saya dijual ke babah Yazid di saudi, ” ucap EN saat diwawancarai dutapubik.com.
Dikatakan EN bahwa saat dirinya akan berangkat ketika dilakukan cek kesehatan atau medikal terdeteksi ada pembengkakan jantung, namun dengan segala akal bulus sang pemeroses akhirnya ia pun bisa berangkat juga.
Selain itu, kalau tidak mau berangkat ia ditekan sang pemeroses untuk ganti rugi. Akhirnya ia pun berangkat kendati dalam kondisi bengkak jantung. Sehingga baru 10 hari bekerja di damam ia pun jatuh sakit.
“Saya masuk ke daerah daman baru 10 hari terkena sakit karena pada awalnya si sponsor Ahmad berkata bahwa saya ada gejala bengkak jantung, tapi kan kalau saya gak mau jadi pergi harus ganti rugi, ” tuturnya.
“Saat medikal Saya dirontgen dua kali, satu kali gagal yang satu kaki lolos. Ketika berada di majikan di damam saya mengalami lemas badan, sudah minta tolong sama sponsor agar dipulangin tapi sponsor tidak ada respon, ” lanjut nya.
“Di tahun 2020 saya di alhard sakit, lalu saya dipulangin lagi ke Yazid majikan pertama saya, sampai 6 kali gonta-ganti majikan,” ucap EN.
Lebih lanjut EN mengungkapkan bahwa dirinya waktu sakit sampai tidak bisa berjalan selama dua bulan. Mau komunikasi ke pihak keluarga pun tidak bisa karena HP dirampas sang majikan.
“Waktu sakit yang pertama gak bisa jalan selama dua bulan. Saya sudah minta ke Yazid. Yang menjadi susah komunikasi dengan keluarga karena HP ditahan, ” ucap EN.
Sementara itu, Rusdi sang sponsor yang ada di Indonesia pernah ngasih kabar melalui teman EN agar kalau dipulangkan dan sudah sampai bandara agar jangan membawa-bawa namanya.
“Rusdi pernah SMS ke teman saya, agar kalau saya pulang dan sudah di bandara jangan bawa – bawa nama rusdi dan sponsor ahmad,” ucap EN menirukan.
“Setelah itu tidak ada keputusan dari sponsor untuk mau ganti ke Yazid, saya gak bisa jalan dua bulan lamanya,” kata EN, seraya berkaca-kaca.
Lalu, dipaparkan EN, Ibrahim dari Jakarta terus menerus meminta supaya dirinya dipulnagkan karena kontrak sudah selesai namun sang majikan tidak mau memulangkan.
“kalau dia minta ganti rugi atau ganti PRT ditawarin sama Ibrahim. Sudah dikirim 2 PRT gak ada balasan, mau ganti rugi namun tetap majikan gak ada balasan, akhirnya dia marah dan melampiaskan kemarahannya kepada saya dan HP saya mau diblock, saya menolak dan ramai (terjadi cekcok_red) akhirnya saya sampai kena pukul. Karena isterinya marah – marahin saya terus, saya merasa gak kuat lagi, hingga sudah dua kali saya mau bunuh diri karena saya gak kuat kelakuan majikan termasuk agent yang bernama Yazid,” pungkas EN. (RS).


