dutapublik.com, PEKANBARU – Kurang lebih 4 tahun silam saat pembangunan Ipal yang berada di jalan Srikandi RT/RW 02/08 (perumahan Widya Graha 2) Kelurahan Delima Kecamatan Binawidya kota Pekanbaru Riau jadi sorotan media. Informasi yang didapatkan awak media berawal dari salah satu warga sekitar yang bernama Heri Afni, Senin (18/12/2023) saat disambangi awak media di rumahnya.
Dengan suara lemas Heri Afni menuturkan dari awal pembangunan Ipal yang berada persis di samping rumahnya tadinya ia tidak pernah memberikan izin atau persetujuan tertulis atau bentuk apapun dengan berdirinya Ipal di sebelah rumah. “Baik saya dan istri saya tidak pernah dimintai tanda tangan atau persetujuan apapun,” ujar Heri Afni.
“Proses awal pembangunan Ipal tersebut, saya dan istri sudah sampaikan kepada pihak yang mengerjakan bahwa dinding rumah saya banyak yang retak-retak dampak dari pembangunan Ipal tersebut, namun sampai hari ini tidak satu pun yang mau perduli dengan kami, baik ketua pelaksana pembangunan Ipal, pihak kontraktor maupun pihak PUPR Pekanbaru tidak perduli dengan keluhan kami selama ini. Bahkan proses pertemuan mediasi pernah dilakukan namun sampai hari ini tidak ada realisasi perbaikan atas rumah saya yang rusak parah,” tegas Heri Afni.
Lanjut Heri Afni, lebih parahnya lagi sekarang ini, kondisi Ipal yang berada persis di samping rumahnya pernah mengalami kebocoran hingga menguap kotoran manusia di sekitar Ipal tersebut. “Yah intinya kalau musim hujan isi dari tabung Ipal menguap sampai keluar hingga mengeluarkan aroma bau busuk yang menyengat.”
“Awalnya saya dan beberapa warga sekitar dekat Ipal, termakan janji- janji palsu yang disampaikan ketua pembangunan Ipal, dalam penyampaian ketua Ipal terdahulu, keberadaan Ipal tidak akan pernah merugikan masyarakat bahkan Ipal bisa di proses menjadi air bersih yang dapat di konsumsi langsung,” tegas Heri Afni.
Heri Afni berharap kepada bapak Walikota Pekanbaru untuk sudilah kiranya datang meninjau Ipal tersebut dan melihat kondisi rumahnya yang sudah rusak parah. “Pak Walikota yang kami hormati, bukan rumah saya saja yang mengalami kerusakan, yang sangat mirip kami rasakan saat ini adalah kondisi Ipal tidak berfungsi dan bahkan ada yang bocor sehingga menimbulkan aroma bau busuk yang menyengat yang kami hirup selama ini,” ujarnya.
“Harapan kami masyarakat sekitar yang terdampak akan kondisi keberadaan Ipal tersebut menjadi prioritas bagi bapak Walikota Pekanbaru, kami masyarakat bapak mohon kami diberikan perlindungan pak dengan kerusakan rumah kami dan bau busuk selama ini,” ungkap Heri Afni kepada beberapa awak media. (Arman)




