DPRD Madina Sidak RSUD, Indomaret, SPBU, dan Tekankan Perlindungan UMKM Lokal

94

dutapublik.com, MADINA – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan peninjauan ke berbagai lokasi strategis dalam rangka memaksimalkan pembahasan APBD Perubahan. Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan serta masukan masyarakat yang masuk ke Badan Anggaran DPRD Madina.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Madina, H. Zainuddin Nasution, S.Sos., menjelaskan bahwa ada beberapa titik yang menjadi perhatian, di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), gerai Indomaret, SPBU, hingga jembatan di Kecamatan Naga Juang.

Dalam kunjungan ke RSUD, rombongan menemukan sejumlah fasilitas yang belum memadai, salah satunya kebutuhan sarana air bersih yang layak untuk menunjang pelayanan rumah sakit.

“Kami sudah meminta pemerintah daerah melalui Direktur RSUD agar segera membangun instalasi pengolahan air bersih sehingga pelayanan kepada pasien bisa lebih optimal,” ujar Zainuddin, Kamis (25/9/2025).

Selain itu, DPRD juga meninjau sejumlah gerai Indomaret. Dari hasil sidak, ditemukan bahwa beberapa gerai tidak memasang papan nama resmi, namun struk belanja menunjukkan bahwa gerai tersebut memang milik Indomaret.

“Di salah satu gerai, pekerjanya bahkan masih dari luar daerah. Kami juga belum menemukan adanya produk UMKM lokal yang dipasarkan di sana,” jelas Zainuddin.

Ia menegaskan, pemerintah perlu menyiapkan regulasi yang tepat. Selain untuk memastikan pajak daerah dapat dipungut, keberadaan Indomaret juga harus membuka lapangan kerja bagi masyarakat Madina serta memberi ruang bagi produk lokal. DPRD juga meminta pemerintah membatasi jumlah gerai demi melindungi pengusaha lokal.

Persoalan kelangkaan BBM turut menjadi sorotan. Dari hasil peninjauan ke sejumlah SPBU, DPRD menemukan adanya pengurangan pasokan.

“Biasanya SPBU menerima 16 ribu liter per pemesanan, tetapi belakangan hanya 8 ribu liter. Bahkan untuk BBM Pertamax, meski sudah dibayar pihak SPBU, pengirimannya sering tertunda hingga 3–4 hari,” ungkap Zainuddin.

Menurutnya, hal ini harus segera ditelusuri. DPRD meminta pemerintah menyurati Pertamina Cabang Sibolga untuk menjelaskan penyebab kelangkaan BBM di Madina.

Di Kecamatan Naga Juang, rombongan juga meninjau kondisi jembatan yang rawan putus akibat terjangan arus Sungai Batang Haris. Beberapa tahun lalu, jalur di sekitar abutmen jembatan tersebut pernah terputus akibat banjir.

“Sekarang kondisinya sudah menyentuh abutmen. Kami minta pemerintah segera melakukan pelurusan jalan agar jembatan tetap aman, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan,” tegas Zainuddin. (S.N)

Legislator yang Hadir:

H. Zainuddin Nasution, S.Sos., Ketua Fraksi Gerindra DPRD Madina

H. Binsar Nasution, A.Md., S.H., anggota DPRD Madina dari Partai Demokrat

Bahran Saleh Daulay, SE., anggota DPRD Madina dari Partai Gerindra sekaligus Ketua Kadin Madina

Edi Anwar, Ketua Fraksi PKB DPRD Madina

Ardiansyah Nasution, anggota DPRD Madina dari Partai Gerindra

Suhelmi Saputra Matondang, anggota DPRD Madina dari Partai NasDem




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *