Dukung Program UMKM, Relawan Sahabat Ganjar Cianjur Jawa Barat Borong Produk Usaha Mikro

594

dutapublik.com, CIANJUR – Relawan Sahabat Ganjar Cianjur kembali membuat gebrakan dengan mengadakan aksi borong dagangan UMKM pada Sabtu (11/9).

Aksi tersebut dilakukan serentak di 51 Kota di Indonesia, sementara di Cianjur dilakukan di Kp. Munjul Kecamata Cilaku Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan memborong dagangan Baso, Mie Ayam, Es Cendol dan produk UMKM lainnya.

Setelah memborong dagangan enjual kelililng tersebut, kemudian dibagikan kepada warga yang kurang mampu serta masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pedagang. Aksi tersebut diberi nama Larisin Modalin Usaha Mikro se Indonesia di 51 lokasi yang tersebar di Indonesia.

“Diharapkan dengan kegiatan ini dapat memancing masyarakat lain untuk membiasakan dan membudayakan beli jajanan kepada pedagang-pedagang kecil yang biasa keliling atau mangkal di sekitar lingkungan kita demi terangkatnya kembali sosial ekonomi masyarakat,” kata Ketua DPC Sahabat Ganjar Cianjur Iwan Hermawan.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Sahabat Ganjar Lenny Handayani, saat ini pedagang kecil seperti Penjual Bakso, Mie Ayam dan Warung Tegal atau Warung Nasi yang menggunakan gerobak masih sulit mendapatkan akses kredit dari bank untuk meningkatkan usahanya.

“Apalagi ditambah situasi pandemi Covid-19 yang masih dihadapi saat ini menjadikan mereka kesulitan untuk meraih pendapatan secara normal,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Lenny, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang didukung oleh Sahabat Ganjar saat ini memiliki program untuk mendukung UMKM.

“Sebagai wujud dukungan kepada Sahabat Ganjar, maka sasaran dari aksi Larisin Modalin adalah para Pedagang Bakso, Pedagang Mie Ayam, Pedagang Nasi Warteg yang masuk dalam usaha mikro termasuk Pedagang kecil yang berkeliling menggunakan gerobak atau berjualan di lapak kaki lima di 51 kota di Indonesia,” paparnya.

Adapun 51 Kota di 34 Provinsi tersebut, yaitu Aceh (DI Aceh), Medan (Sumatera Utara), Bukit Tinggi (Sumatera Barat), Pekanbaru (Riau), Batam (Kepulauan Riau), Kota Baru (Jambi), Argamakmur (Bengkulu), Palembang (Sumatera Selatan), Belitung (Bangka Belitung), Kota Lampung (Lampung), Serang (Banten), Kuningan, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Bandung, Cirebon, Bogor Kota, Bekasi (Jawa Barat).

Keterangan Gambar 2 : Aksi Bela UMKM Relawan Sahabat Ganjar Cianjur

Semarang, Kedu, Banyumas, Solo, Pekalongan (Jawa Tengah), Kota Yogyakarta (DI Yogyakarta), Surabaya, Mojokerto, Bojonegoro, Malang (Jawa Timur), Denpasar (Bali), Praya (NTB), Sabu Raijua, Manggarai (NTT), Kubu Raya (Kalimantan Barat), Banjarmasin, Kotabaru (Kalimantan Selatan), Tarakan (Kalimantan Utara), Palangkaraya (Kalimantan Tengah).

Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Manado, Bitung (Sulawesi Utara), Polewali Mandar (Sulawesi Barat), Makassar (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), Gorontalo (Gorontalo), Tobelo (Maluku Utara), Ambon (Maluku), Manokwari (papua Barat), Jayapura (Papua), dan DKI Jakarta.

Masing-masing kota tersebut akan memborong makanan produk UMKM yang menjadi ciri khas daerahnya.

Seperti misalnya di Jakarta memborong Bakso, Mie Ayam, Warteg. Di Aceh memborong Mie Aceh, kemudian di Papua memborong Papeda. Selain itu di Semarang akan memborong Soto Ayam, dan Yogya akan memborong Pedagang Asongan atau Sate Lemak.

Menurut Sekjen Relawan Sahabat Ganjar Aloysius Jaka, hal itu sesuai dengan komitmen Ganjar Pranowo yang konsisten terus berupaya membantu pengembangan produk  UMKM.

“Seperti diketahui, Pak Ganjar kerap mempromosikan pengusaha UMKM di akun media sosial miliknya,“ ungkapnya.

Kegiatan ini juga untuk membuktikan bahwa Sahabat Ganjar ini bukan hanya melakukan deklarasi dukungan semata, namun memberikan aksi nyata yang terkait langsung dengan Wong Cilik.

Lenny berharap, kegiatan tersebut memberi kesan positif kepada masyarakat Indonesia.

“Bahwa Relawan Sahabat Ganjar selalu melakukan aksi nyata bukan hanya sekedar aksi deklarasi dukungan semata,“ pungkasnya.

Seluruh proses kegiatan ini dilakukan dengan mematuhi protokol Kesehatan yang ketat dan berharap agar pandemi dapat segera berakhir, dan seluruh lapisan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal. (Sutisna R. Hakim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *