Gebyar Vaksinasi Di Desa Peniraman

575

dutapublik.com, MEMPAWAH – Dalam rangka menyukseskan program Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Desa Peniraman kembali lakukan giat Vaksinasi pada Selasa (23/11).

Seperti yang diketahui, kegiatan Vaksinasi tersebut merupakan yang kedua kalinya di selenggarakan di Aula kantor Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Setelah sebelumnya pernah dilaksanan pada 14 Oktober bulan lalu dengan diikuti kurang lebih 1.000 Masyarakat Peniraman.

Sudi, selaku Kepala Desa Peniraman mengatakan, warga yang sudah divaksin masih jauh dari target. Sebab, berdasarkan data yang ada masyarakat Peniraman yang dianjurkan untuk Vaksin berkisaran 6.000 orang, sedangkan yang sudah hanya 1.000 orang.

Oleh karena itu,  Sudi mengambil langkah untuk melakukan Gebyar Vaksinasi kedua kalinya itu, sebagaimana Perintah dari Bupati.

“Peniraman ini masih jauh di bawah persentase. Untuk di Peniraman sendiri yang sudah melakukan Vaksin kurang lebih 1.000 orang. Sementara jumlah yang harus divaksin ada sekitar 6.000. Jadi yang sudah vaksin di bulan yang lalu kurang lebih 1.000 orang.”

“Maka hari ini kita laksanakan lagi sesuai perintah dari Bupati yang disampaikan melalui Pak Camat. maka hari ini serentak tanggal 23, 24, 25 dan 26 untuk Kecamatan Sungai Pinyuh,” ujarnya kepada awak media dutapublik.com.

Ditambahkan Sudi, bahwa Vaksin ini harus segera dilaksanakan baik di Kecamatan maupun Desa, sesuai dari pada arahan Bupati. Sebab akunya, jika hal tersebut tidak terlaksana maka Kabupaten/Kota akan dikenakan sanksi oleh Pemerintah Pusat.

Keterangan Gambar 2: Warga Saat Disuntik Vaksin

“Pemerintah Pusat mencanangkan sebanyak 70% bahkan hari ini kita melaksanakannya, tujuannya untuk itu mencapainya 70% yang dicanangkannya oleh Pemerintah Pusat. Karena kalau tidak, Pemerintah Kabupaten atau Kota itu akan dikenakan sanksi. Makanya kita setiap berapa minggu mengadakan Vaksinasi,” imbuhnya.

Dirinya juga mengimbau agar masyarakat tidak mempunyai pemikiran yang buruk tentang Kepala Desa, seolah-olah Kepala Desa mengintimidasi untuk melakukan Vaksinasi.

“Kita melaksanakan Perpres Nomor 14 tahun 2021 dan Perbup. Jadi tugas Kepala Desa di sini adalah hanya memfasilitasi dalam kegiatan vaksinasi,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Hamdani selaku masyarakat yang mengikuti Vaksin ke 2 mengatakan, bahwa semua masyarakat seharusnya tidak perlu takut dengan Vaksinasi tersebut, apalagi mempercayai cerita hoax yang berkembang bahwa jika divaksin yang akan menimbulkan penyakit baru dan lain sebagainya.

“Sekarang saya melakukan Vaksin yang kedua dan masyarakat jangan takut dengan adanya Vaksinasi ini, sebab banyak berita yang beredar dikonsumsi oleh nasyarakat, padahal berita tersebut adalah Hoax. Contohnya seperti jika divaksin akan ada penyakit baru dan parahnya sampai meninggal. Nah itulah asumsi yang harus dihilangkan agar tidak beredar berita-berita kebohongan,” terangnya.

Lebih jauh dia menuturkan, adapun untuk dirinya efeknya sendiri ketika divaksin pertama hanya pusing ringan dan sembuh dengan istirahat yang cukup saja

“Efeknya tidak terlalu parah, bagaimana kita bisa menjaga pola hidup sehat sebelum Vaksin disarankan untuk mengkonsumsi Vitamin dan juga sebelum divaksin oleh petugas kesehatan ditanyakan apa keluhan atau riwayat penyakitnya, jadi buat masyarakat jangan takut untuk Vaksin,” pungkasnya.

Menjelang akhir acara Vaksinasi tersebut, Kepala Desa dan Perangkat Desa kembali memberikan imbauan kepada masyarakat Peniraman yang belum Vaksin untuk bisa mengikuti Vaksinasi di RT. 21 Dusun Gambir Peniraman, yang diadakan oleh TNI pada Kamis (25/11) mendatang. (Pathol Kurib)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *