dutapublik.com, CIANJUR – Pada Selasa (23/11), ribuan Buruh se Kabupaten Cianjur serempak lakukan aksi mendatangi Pendopo (Kantor) Bupati Cianjur dan Istana Presiden Cipanas.
Dalam pantauan awak media dutapublik.com, aksi Buruh tersebut mendapatkan pengawalan ketat pihak TNI dan juga pihak Kepolisian.
Sebagaimana diketahui, aksi Buruh se Kabupaten Cianjur tersebut menyuarakan penolakan Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Lapangan Kerja dan penetapan PP nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.
Dan mereka juga meminta Herman Suherman selaku Bupati mengeluarkan rekomendasi kenaikan upah di 2022 sebesar 21% serta memenuhi janji saat kampanye.
“Dulu saat belum jadi, dikampanye dirinya (Bupati_red) pernah berjanji bahwa ketika nanti menjabat jadi Bupati dirinya akan menyejahterakan Buruh terutama menaikan upah di Cianjur ini.”
“Makanya kami semua, di sini lakukan aksi atau demo ini kepada Bupati dan Presiden agar segera mewujudkan permintaan kami tersebut,” tutur salah seorang Buruh yang tidak mau disebutkan namanya.
Tak urung, aksi tersebut sempat membuat macet sementara jalur jalan raya antara Cianjur dan Bandung, karena ditutup oleh Buruh.
Menyikapi hal tersebut, para petugas mengarahkan pengendara dengan tujuan Cianjur dialihkan ke Sukaluyu dan Mande. Sementara jalur-jalur alternatif Jonggol serta Sukabumi menjadi pilihan bagi yang bertujuan ke arah Jakarta.
Andi (30), salah satu pengemudi dari Bandung yang akan melintas sempat kaget dan kesal, namun ketika mengetahui itu aksi buruh, dirinya paham dan memaklumi walau kendaraannya harus terjebak macet.
“Awalnya saya merasa kesal sebab terjebak macet. Namun pas saya tau itu teh demo buruh dan yang kebetulan sama saya juga seorang buruh sebuah perusahaan swasta di Bandung, saya maklum dan dukung aksi tersebut,” ucapnya. (Asep Mulyana)





