Gubernur Yulius Selvanus Lantik 50 Pejabat Pemprov Sulut, Ekonomi Tumbuh 5,66 Persen

43

dutapublik.com, SULUT – Bertempat di Wisma Gubernuran Bumber, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Senin (9/2/2026), melantik dan mengambil sumpah 50 pejabat eselon II, III, dan IV sekaligus pelaksana tugas (Plt) kepala dinas dan badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Sekretaris Provinsi Sulut Denny Mangala, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut dan pejabat lingkup Pemprov Sulut lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah atas kinerja yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara ke arah yang lebih positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Diketahui, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp113,66 triliun. Secara kumulatif, perekonomian Sulut tumbuh sebesar 5,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 9,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri melonjak hingga 28,42 persen, mencerminkan meningkatnya daya saing produk Sulut di pasar internasional.

Performa ekonomi semakin menguat pada akhir tahun. Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat sebesar 5,95 persen secara tahunan. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 20,67 persen, seiring pulihnya sektor pariwisata dan menguatnya UMKM.

Secara kuartalan, ekonomi Sulut tumbuh 7,02 persen, didorong oleh peningkatan belanja pemerintah sebesar 21,75 persen serta pertumbuhan sektor jasa lainnya yang mencapai 20,61 persen.

Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja pada November 2025 mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah penduduk bekerja bertambah menjadi 1,35 juta orang, dengan sektor pengadaan listrik, air, dan gas sebagai salah satu penyerap tenaga kerja terbesar. Proporsi pekerja formal juga meningkat menjadi 46,93 persen.

Kondisi tersebut turut menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,78 persen atau turun 0,21 persen poin. Artinya, semakin banyak masyarakat Sulawesi Utara yang memperoleh pekerjaan.

Indikator kesejahteraan sosial juga menunjukkan tren positif. Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 6,62 persen, menurun dibandingkan Maret 2025. Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan menyusut menjadi 3,95 persen, meskipun wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan persentase 10,11 persen.

Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) menurun menjadi 0,341. Berdasarkan standar Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen dari total pengeluaran, mencerminkan distribusi pendapatan yang semakin merata. (Effendy)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *