dutapublik.com, MEMPAWAH – Himpunan Mahasiswa Daruttholibin dan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama MA Daruttholibin Peniraman, sukses menggelar Talk Show tentang paham Radikalisme dan Narkoba di Aula Pondok Pesantren Daruttholibin Peniraman, pada Sabtu (12/6).
Maher Syafi’i selaku Ketua Panitia mengatakan, kegiatan tersebut menghadirkan Narasumber dari Kemenag dan dari Satnarkoba Mempawah.
“Dalam kegiatan tersebut mengangkat tema Peran Pemuda Deradikalisasi Dalam Dunia Pendidikan Serta Optimalisasi Mencegah Penyalahgunaan Narkoba. Yang mana akan disampaikan oleh Narasumber dari Kemenag Mempawah dan Satnarkoba Polres Mempawah,” ungkapnya.
Paham Radikalisme dan Narkoba, lanjut Maher, saat ini sudah mulai masuk ke dunia Pendidikan.
“Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa tidak hanya di ruang lingkup masyarakat saja, namun di dalam dunia Pendidikan, paham Radikalisme dan Narkoba sudah mulai mengrongrong masuk untuk mengkontaminasi serta merusak jiwa dan pikiran para Pemuda yang sedang mempersiapkan dirinya untuk masa depan Bangsa dan Agama,” imbuhnya.
Dengan digelarnya kegiatan tersebut, Maher berharap, para Pemuda bisa berperan aktif untuk mencegah masuknya kedua paham tersebut.
“Maka tema ini sengaja kami ambil dengan harapan bisa menjadi benteng bagi para Peserta, khususnya para Pemuda. Sehingga, ketika dua virus ini mulai masuk, mereka sudah bisa menetralisir dan dapat mencegahnya,” harapnya.
Sementara itu, Abdurrahman, S.H., selaku Ketua Umum HMDT dalam sambutannya, mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sehingga bisa dapat terlaksana dengan baik.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Sehingga dapat terlaksana dengan baik, semoga ikhtiar yang sedang kami lakukan dapat bermanfaat khususnya untuk para Pemuda,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, bahwa dalam kegiatan Talk Show tersebut, diikuti oleh para Siswa dan Mahasiswa serta delegasi OKP baik tingkat Mahasiswa maupun Kepemudaan.
Ishaq, S.Pd., selaku Narasumber Dari Kementerian Agama Kabupaten Mempawah dalam penyampaian materi Ia menjelaskan, bahwa Institusi Pendidikan merupakan target yang sangat rentan terhadap paham Radikalisme.
“Target yang paling rentan terdapat Infiltrasi berbagai gerakan Radikalisme Agama adalah Institusi Pendidikan. Mengingat para Peserta didik sasaran yang sangat empuk dari aspek sosial dan psikologi,” ujarnya.
Menurut Ishaq, Indonesia secara tipikal merupakan masyarakat yang Plural, terutama Pluralitas yang bercorak Primoldiar dan Pluralitas yang disebabkan adanya perbedaan dan disebabkan pula oleh unsur bawaan, termasuk juga agama dan secara historis tuduhan bahwa agama ikut andil dalam memicu konflik serta sebagai sumber konflik antar umat beragama.
“Memang sulit dibantah, maka dalam hal ini sangat penting sekali menekankan dan memberi pemahaman tentang Moderasi Beragama, yakni cara pandang dalam beragama secara moderat. Dalam artian memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan baik, adil dan tidak ekstrem kanan dan ekstrem kiri,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Satnarkoba Polres Mempawah Amir Mahrus menyampaikan, indikasi penyalahgunaan Narkoba di tengah tatanan masyarakat sangat kompleks.
“Timbulnya karena berbagai faktor, seperti adanya peredaran gelap Narkoba dan bisa juga di lihat dari tingkah laku Pengguna, sikap serta lingkungan sosial,” katanya.
Selain itu, Amir Mahrus juga mengatakan tentang bahayanya dampak daripada penyalahgunaan Narkoba kepada seluruh Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya katakan, Narkotika sangatlah berbahaya selain berdampak pada diri kita atau pikiran kita juga akan berdampak terhadap orang-orang terdekat seperti keluarga dan juga lingkungan di sekitar kita, maka hati-hati dalam hal ini, pungkasnya. (munaki)





