dutapublik.com, KUBU RAYA – Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kalimantan Barat yang diketuai langsung oleh Jasmin Haris, M.Pd., hadir dalam acara rapat persiapan Konfercab Pergunu Kubu Raya ke-1di Aula Gedung Sekretariat PCNU Kubu Raya, Jl. Arteri Supadio, Dusun Wonodadi I Desa Limbung, Sungai Raya. Minggu (7/11).
Selain kehadiran Jasmin Haris selaku Gubernur para Guru Nahdlatul Ulama se-Kalbar, turut pula hadir Ketua PAW Pergunu Kubu Raya Kiai Mursaha, S.Pd., Sekretaris Kennedy, Guru Perwakilan Madrasah, Pesantren, Gender dan yang mewakili 9 Kecamatan di Kubu Raya.
Nyai Lutfiah, M.Pd.I., selaku Ketua Panitia yang juga bekerja sebagai Dosen UNU Meranti dan Guru Madrasah di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Meranti Sungai Ambawang, menuturkan bahwa dirinya secara lahir batin lillahi taala, mengabdikan diri dalam hal yang melibatkan dalam suatu organisasi yang tak bisa ditolaknya jika diminta mengurus Nahdlatul Ulama, pantang untuk menolaknya untuk dilaksanakan.
“Maka dengan demikian dalam komandonya mengundang delegasi setiap anggota dari setiap kecamatan untuk hadir di pertemuan Sosialisasi dan Koordinasi Pergunu Kubu Raya segera bernafas lega kembali untuk terus berkiprah,” tambahnya.
Kiai Mursaha selaku Ketua Pergunu Kubu Raya yang dimandatariskan sebelumnya menuturkan bahwa dirinya selama menjalankan Pergunu Kubu Raya, merasa dilematis untuk bergerak membesarkan nama besar Pergunu Kubu Raya. Di satu sisi sebelumnya sebagai Wakil Ketua, melalui komando organisasi pimpinan tertinggi menerima amanah, setelah sedikit geser mengalami kevakuman. Sehingga sepak terjang berlandaskan hitam dan putih di atas kertas yakni Surat Pengesahan istilah SK Legalitas menjadi kunci adanya organisasi yang sesungguhnya.
“Menjadi abdi Nahdlatul Ulama, yang tentunya mengutip dari pepatah Pendiri Nahdlatul Ulama, yakni Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, bahwa barang siapa yang ingin mengurus NU, maka ia akan diakui sebagai santri beserta anak cucunya. Ada poin sakral yang perlu dijadikan acuan yakni mengurus bukan pengurus yang minta diuruss,” katanya.
Sehingga siapapun boleh mengurus Nahdlatul Ulama, tanpa terkecuali selama benar-benar khidmat tulus mengabdi mengurus NU. Bukan sekedar mencari nama di kepengurusan. pesannya.
Jasmin Haris, Ketua PW Pergunu Kalbar, menguatkan dalam motivasinya bahwa semangat perjuangan dalam berbakti di Pergunu, tentunya ada sebuah pengorbanan. Dan ini harus dilandasi niat tulus mengabdikan diri mengurus Pergunu agar lebih menghijaukan Kubu Raya yang basis notabanenya banyak para guru, ustadz dan guru madrasah dan pengurus NU diranting.
“Sayamengharapkan agar Pergunu Kubu Raya, agar segera menggelar Konfercab I, dan terbentuk kepanitiaan, nantinya adanya kepengurusan baru yang siap dilantik membesarkan Pergunu Kubu Raya agar bisa menjadi basis barometer Pergunu Kalimantan Barat, kedepan semoga setiap tahunnya pengurus dan anggota Pergunu Kubu Raya bisa melanjutkan Studi S2 dan S3 baik secara Mandiri dan Beasiswa demi tercapainya Sumber Daya Manusia (SDM) Guru Nahdlatul Ulama yang mumpuni,” tutupnya. (Abshor)





