dutapublik.com, KARAWANG – Rumah layak huni adalah idaman semua masyarakat, agar rutinitas dalam kehidupan rumah tangga bisa meminimalisir risiko yang tidak diharapkan. Jika kebutuhan adanya rumah layak huni tidak terpenuhi, maka kehidupan rumah tangga masyarakat akan selalu dihantui kekhawatiran, di antaranya rasa was-was akan tertimpa reruntuhan rumah tidak layak huni tersebut.
Adalah rumah milik Erji warga Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, rumah huni miliknya saat ini sudah sangat tidak layak dihuni. Erji beserta anak istri tercintanya terpaksa bertahan tinggal di rumah tidak layak huni tersebut, dikarenakan kondisi ekonomi tidak memungkinkan untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang saat ini hampir roboh.
Padahal, saat ini pemerintah dengan gencarnya menggelontorkan anggaran negara untuk program perbaikan rumah tidak layak huni melalui beberapa jenis program.
Erji, saat ditemui media dutapublik.com menuturkan, bahwa rumah tempat bernaung keluarganya tersebut, sangat jauh dikatakan layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Keterangan Gambar 2: Rumah Erji Tampak Samping
“Saya heran, rumah saya yang akan roboh ini tidak pernah mendapatkan bantuan bedah rumah, Rulahu dan yang lainnya. Padahal pemerintah desa sudah sering mengajukan rumah yang saya tempati ini untuk dapat bantuan agar layak untuk saya tempati,” keluhnya, pada Jumat (30/9).
Erji pun menjelaskan, bahwa kondisi rumahnya saat ini akan roboh dan mengkhawatirkan.
“Lihat saja Pak, rumah saya banyak ditopang tiang sana sini, agar tidak roboh. Saya bingung Pak, harus bagaimana caranya agar dinas terkait atau pun pihak lain bisa membantu memperbaiki rumah saya ini. Saya sekarang harus mengadu ke siapa lagi Pak?,” terangnya.
Belum lagi, lanjut Erji, ketika musim hujan dan angin datang, dirinya bersama anak istri harus mengungsi karena khawatir rumahnya roboh.

Keterangan Gambar 3: Rumah Erji Tampak Dalam
“Saya sering mengungsi Pak, untuk menghindari kecelakaan tertimpa bangunan kalau rumah saya ini roboh., ketika hujan dan angin datang. Saat hujan pun rumah saya sering kebanjiran Pak,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris Desa Pulokalapa Anom Suara, ketika dimintai keterangannya mengaku bahwa memang kondisi tempat tinggal Erji jauh dari kata layak.
“Kita sudah beberapa kali mengajukan ke pihak Dinas terkait, namum gak tahu alasannya kenapa sampai saat ini rumahnya Erji itu belum juga mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Anom pun berharap agar pihak Dinas terkait di Pemkab Karawang bisa segera merespon permohonan bantuan perbaikan rumah yang telah diajukannya.
“Kasihan memang kalau melihat kondisi rumahnya Erji. Kami berharap pihak Dinas terkait segera memberikan bantuan agar rumah Erji bisa layak untuk dihuni dan dijadikan tempat berlindung,” pungkasnya. (N. Wirasasmita)





