Kabag Ops BINDA: Capaian Vaksinasi Di Kalbar Sebesar 55,10 Persen

454

dutapublik.com, MEMPAWAH – Badan Intelijen Negara Daerah Kalbar gencar melaksanakan vaksinasi di masyarakat.

Di Kabupaten Mempawah, vaksinasi Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalbar menyasar ratusan masyarakat dan santri di Kecamatan Mempawah Hilir dan Sungai Pinyuh. Vaksinasi berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 7-9 Desember 2021.

Kabag Ops BINDA Kalbar, Letkol Kav Dodi Syamsurizal mengatakan, vaksinasi di masyarakat terus digalakan untuk mencapai target terbentuknya herd immunity di Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya.

“Karenanya, BINDA Kalbar berkomitmen penuh untuk mendukung program percepatan vaksinasi di Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya,” ujarnya.

Dodi menjelaskan, vaksinasi di Kabupaten Mempawah melibatkan seluruh stake holder mulai dari Pemerintah Daerah setempat, Satgas Kabupaten, Kecamatan, TNI Polri dan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan dukungan dan kerjasama semua pihak, kami optimis dapat meraih hasil yang optimal dalam kegiatan vaksinasi. Di Kabupaten Mempawah, kita targetkan vaksinasi sebanyak 2.500 orang,” terangnya.

Selain masyarakat umum, lanjut Dodi, vaksinasi di Kabupaten Mempawah menyasar lingkungan pondok pesantren. Tujuannya, untuk mendukung pelaksanaan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) keagamaan di pondok pesantren.

“Saat ini kegiatan PTM terbatas sudah mulai dibuka di Kabupaten Mempawah. Karena itu, kita membantu mempercepat proses vaksinasi di kalangan santri agar PTM bisa berjalan lancar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dodi memaparkan capaian vaksinasi di Kalbar per 9 Desember 2021 sebesar 55,10 persen, sedangkan di Kabupaten Mempawah capaiannya 50,39 persen dosis pertama dan 31,51 persen dosia kedua.

“Mudah-mudahan kegiatan vaksinasi ini semakin mendorong program percepatan vaksinasi di Kabupaten Mempawah. Sehingga tercapai herd immunity di masyarakat.”

“Menjelang momentum Nataru, kami pun mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak bepergian. Kita mengantisipasi terjadinya lonjakan penularan kasus COVID-19. Dan terpenting selalu disiplin menerapkan prokes,” pungkasnya. (Abdul)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *