dutapublik.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Dalam rangka membahas rencana pembangunan Sekolah Unggulan di Sulawesi Utara serta usulan pendirian perguruan tinggi, Tim Pemprov Sulut yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Femmy J. Suluh, bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, dan Kepala Balai Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Media Pembelajaran Dinas Pendidikan Daerah, Bravo Turangan, melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.
Audiensi yang berlangsung di Gedung D Lantai 17, Senayan, Jakarta, ini diterima langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, yang didampingi oleh Direktur Bina Talenta, Adi Nuryanto.
Pembangunan Sekolah Unggulan dan Usulan Perguruan Tinggi
Dalam pertemuan tersebut, Febry Dien menjelaskan bahwa rencana pembangunan Sekolah Unggulan di Sulawesi Utara merupakan bagian dari program yang akan direalisasikan pada tahun 2025, bersama dengan tiga daerah lainnya, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Bangka Belitung (Babel), dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, Pemprov Sulut juga mengusulkan pendirian perguruan tinggi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
“Kami berharap pembangunan Sekolah Unggulan di Sulawesi Utara dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini. Selain itu, rencana pendirian perguruan tinggi akan semakin memperkuat ekosistem pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Febry Dien.
Melalui Kepala Dinas Pendidikan Daerah, Pemprov Sulut juga menyampaikan beberapa poin strategis terkait kedua agenda tersebut.
Dukungan dari Kemendiktisaintek
Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Kemendiktisaintek, Prof. Stella Christie, menjelaskan bahwa program Sekolah Unggulan merupakan salah satu ‘quick win’ pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pelaksanaannya, sekitar 30% siswa yang diterima di Sekolah Unggulan akan berasal dari Sulawesi Utara, memberikan peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, tim dari Kemendiktisaintek akan melakukan visitasi ke lokasi rencana pembangunan Sekolah Unggulan di Langowan, Kabupaten Minahasa, dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan lokasi serta melakukan survei awal.
Baik Pemprov Sulut, BPMP Sulut, maupun Kemendiktisaintek berkomitmen untuk menggelar pertemuan lanjutan guna memastikan kelancaran pembangunan Sekolah Unggulan serta pendirian perguruan tinggi di Sulawesi Utara, sesuai dengan usulan gubernur terpilih. (Effendy)


