Kakorlantas Agus Suryonugroho Hadiri Dialog Strategis Polri Dengan Koalisi Sipil di PTIK

147

dutapublik.com, JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menghadiri acara Dialog Strategis Polri dengan Koalisi Masyarakat Sipil di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Senin (29/09/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., serta mengundang berbagai tokoh masyarakat sipil, di antaranya akademisi Rocky Gerung, Direktur Amnesty International Usman Hamid, anggota Kompolnas Choirul Anam, dan perwakilan KontraS Dimas Bagus.

Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri kini mengedepankan pendekatan pelayanan dan humanis dalam pengamanan demonstrasi, serta mendorong pendemo untuk berdialog dengan para pemangku kepentingan terkait. “Pendekatan ini menempatkan dialog dan komunikasi bersama stakeholder untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan,” kata Kapolri.

Baca Juga:  Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu 2024 , Rektor UMPR Laksanakan Pembacaan Maklumat.

Ia menekankan bahwa kehadiran Polri di lokasi demonstrasi bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban, bukan membatasi kebebasan berpendapat.
“Kehadiran Polri bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjamin agar kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu hak warga negara lainnya,” jelasnya.

Kapolri juga memastikan bahwa seluruh jajaran Polri akan bertindak sesuai prosedur demi meminimalkan potensi kericuhan dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
“Polri hadir untuk melindungi hak-hak masyarakat lain yang terganggu, dengan tetap menjunjung tinggi HAM. Kami telah memiliki serangkaian SOP dalam penanganan unjuk rasa,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kunjungan Kompolnas Dalam Rangka Pembahasan Kasus Pembunuhan Ibu Dan Anak Di Subang

Kapolri berharap forum diskusi ini dapat menjadi ruang strategis untuk merumuskan gagasan konstruktif yang dapat meningkatkan profesionalisme Polri dalam menangani aksi massa, sekaligus menjaga ruang demokrasi tetap sehat. “Semoga forum ini melahirkan gagasan konstruktif untuk mewujudkan Polri yang profesional, dekat dengan masyarakat, dan adaptif dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” pungkasnya. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *