dutapublik.com, KARAWANG – Ujang Romli alias Bote yang saat ini menjabat sebagai Kaur Kesos Desa Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran membantah telah mempermalukan di depan umum terhadap salah satu warga yang bernama Ibu Idah. Bote kepad dutapublik.com mengaku tidak pernah menyebut Idah sebagai pembuat masalah di Desa Dayeuhluhur.
Pada saat kejadian, Bote menerangkan bahwa Idah pas dipanggil antrian kebetulan sinyal internet sedang jelek sehingga Idah harus menunggu agak lama sebelum menerima bantuan beras bansos dari Kementerian Sosial yang dibagikan di Kantor Desa Dayeuhluhur.
“Dia (Idah) agak loading (menunggu) bukan kami tidak melayani. Saya bilang ke dia agar jangan salah paham jangan sampai seperti kemarin salah paham kalau Pak RT minta uang (kepada penerima BPNT),” ujar Bote beberapa waktu lalu.
Bote kembali memastikan bahwa ia tidak mengatakan bahwa Idah adalah pembuat masalah. “Saya ga pernah ngomong seperti itu, ga kurang ga lebih saya ga pernah ngomong kayak gitu,” ujarnya.
Bote juga menjelaskan bahwa pembagian beras bansos dari Kemensos tersebut terbagi dalam dua pos yaitu satu pos untuk penerima BST dan satu pos PKH. Adapun Idah menerima beras di pos PKH karena Idah merupakan peserta program PKH.
Sementara itu, Wirjaya alias Empe selaku suami Idah tidak terima dengan penjelasan dari Bote. Empe menyatakan bahwa apa yang diucapkan Bote tidak pernah mempermalukan istrinya di depan umum adalah kebohongan.
“Saya kira Bote berbohong, sudah jelas kok istri saya dipermalukan Bote pada saat pembagian beras, eh sekarang dia ngeles gak mau ngaku,” ucap Empe.
Empe mengatakan bahwa Bote memiliki hak untuk membantah, namun hal ini tidak menyurutkan langkah Empe untuk melaporkan hal ini ke Polres Karawang.
“Silahkan saja Bote mau membantah juga itu kan haknya. Tapi yang jelas bantahan dari Bote semakin menguatkan saya untuk membuat laporan polisi atas dugaan perbuatan yang diduga dilakukan Bote terhadap istri saya,” pungkasnya. (ewok)





