Kedekatan Agus Flores Dengan Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah Terjalin Sejak Lama, Dikenang Sebagai Sosok Rendah Hati

85

dutapublik.com, KALTENG – Kedekatan antara Agus Flores dan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah bukanlah hubungan yang muncul secara tiba-tiba. Hubungan tersebut telah terjalin sejak lama, bahkan sejak masa kepemimpinan Dedy Prasetyo saat menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Tengah.

Pada masa itu, sejumlah tokoh masyarakat Dayak mulai mengenal Agus Flores sebagai pribadi yang berani namun tetap rendah hati. Karakternya yang tegas tetapi bersahaja membuat namanya cepat dikenal di kalangan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah.

Bagi sebagian tokoh adat dan masyarakat Dayak, Agus Flores bukan sekadar tokoh dari luar daerah. Ia juga dikenal sebagai cucu dari seorang polisi bernama Andrias Ade yang berasal dari Flores. Latar belakang tersebut semakin memperkaya cerita tentang sosoknya di mata masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Agus Flores dinilai memiliki sikap yang mudah bergaul, tidak menjaga jarak, serta mampu berkomunikasi dengan siapa saja. Hal ini membuat masyarakat Dayak merasa dihargai dan diperlakukan dengan penuh kehangatan.

Kedekatan tersebut juga terlihat ketika masyarakat Dayak Kalimantan Tengah berkunjung ke Jakarta. Banyak di antara mereka mengaku pernah bertemu langsung dan berdiskusi dengan Agus Flores.

Pertemuan tersebut bahkan berlangsung di kantornya yang berada di kawasan elit Plaza Indonesia, salah satu pusat aktivitas di jantung ibu kota.
Bagi masyarakat Dayak yang datang dari daerah, sambutan yang diberikan Agus Flores menjadi pengalaman yang berkesan. Mereka mengaku disambut dengan hangat, penuh senyuman, serta diajak berdialog tanpa sekat.

“Ketika kami datang ke Jakarta, beliau menyambut kami dengan sangat baik. Kami diajak berbincang dan berdiskusi seperti keluarga sendiri,” ujar salah satu tokoh masyarakat Dayak Kalimantan Tengah.

Menurutnya, sikap Agus Flores yang terbuka dan tidak menunjukkan kesombongan membuat masyarakat Dayak merasa dihargai.

Di tengah berbagai dinamika sosial dan komunikasi publik yang sering kali keras, Agus Flores justru dikenal oleh masyarakat Dayak sebagai figur penyejuk.

Keberaniannya dalam menyampaikan pandangan tetap dibarengi dengan sikap santun serta keterbukaan dalam berdialog. Hal tersebut membuat banyak tokoh masyarakat Dayak menilai Agus Flores sebagai pribadi yang mampu menjembatani komunikasi dengan baik.

Salah satu tokoh masyarakat Dayak Kalimantan Tengah mengatakan bahwa hubungan tersebut bukan sekadar perkenalan biasa, melainkan telah berkembang menjadi hubungan persahabatan. “Beliau orangnya tegas, tetapi tidak pernah meninggikan diri. Kami masyarakat Dayak mengenalnya sebagai sosok yang sederhana, mudah diajak berbicara, dan menghargai orang lain,” ujarnya.

Menanggapi kedekatan tersebut, Agus Flores menegaskan bahwa hubungan dengan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah baginya merupakan bagian dari persaudaraan yang harus dijaga.

Menurutnya, masyarakat Dayak memiliki nilai budaya yang kuat, menjunjung tinggi persaudaraan, serta memiliki sikap terbuka terhadap siapa pun yang datang dengan niat baik. “Saya sangat menghormati masyarakat Dayak. Mereka memiliki budaya yang kuat dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Bagi saya, hubungan baik ini harus terus dijaga,” ujar Agus Flores.

Ia juga menegaskan bahwa komunikasi dan silaturahmi perlu terus dirawat agar hubungan antar daerah dan antar masyarakat tetap harmonis. “Ketika saudara-saudara dari Kalimantan Tengah datang ke Jakarta, tentu kita sambut dengan baik. Itu bagian dari persaudaraan. Kita harus saling menghargai dan menjaga hubungan baik,” tambahnya.

Bagi sebagian masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, perjalanan waktu tidak menghapus cerita tentang kedekatan tersebut. Nama Agus Flores masih kerap disebut dalam berbagai perbincangan sebagai sosok yang pernah menjalin komunikasi hangat dengan mereka.

Hubungan yang terjalin sejak masa lalu itu kini menjadi bagian dari cerita yang terus dikenang.

Di mata masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, Agus Flores bukan hanya dikenal sebagai sosok yang berani, tetapi juga pribadi yang sederhana, terbuka, dan mampu menjadi penyejuk dalam setiap komunikasi.

Karena itulah, hingga saat ini, nama Agus Flores masih dianggap memiliki tempat tersendiri dalam ingatan sebagian masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *