dutapublik.com, MINAHASA – Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kakas, Junne Mangente, S.Pd., menyebut SHTKA tahun 2026 sebagai instrumen pemetaan mutu sekaligus validator terhadap nilai rapor untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Hal tersebut disampaikannya kepada awak media di ruang kerjanya, kemarin. “Menjelang pelaksanaan TKA pada bulan April ini, para siswa kelas IX terus dibekali tambahan les belajar agar saat pelaksanaannya nanti mereka siap dan dapat melalui dengan baik,” ujarnya.
Diketahui, SHTKA memuat skor akademik, di mana skor di atas 700 tergolong sangat kompetitif untuk seleksi masuk perguruan tinggi dan studi lanjutan. Sertifikat SHTKA diterbitkan secara resmi oleh Kemendikdasmen berdasarkan hasil verifikasi Data Kemampuan Hasil TKA (DKHTKA). Sertifikat tersebut dinilai penting sebagai salah satu penunjang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Junne Mangente menyampaikan bahwa pelaksanaannya di sekolah berjalan dengan baik dan lancar. “Atas nama kepala sekolah dan jajaran, kami memberikan apresiasi dan bersyukur karena sekolah kami sudah mendapatkan program Makan Bergizi Gratis. Para siswa, orang tua, dan guru sangat senang dan bahagia. Ini tentu menyenangkan semua pihak,” tuturnya.
Salah satu siswa juga mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut. Ia mengatakan, dengan adanya MBG, para siswa tidak perlu khawatir jika belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah. “Karena sudah ada MBG. Terima kasih, kami senang dengan makan gratis ini,” ujarnya.
Selain itu, bantuan dari Kemendikdasmen berupa Interactive Flat Panel (IFP) Digital di SMP Negeri 1 Kakas dinilai sangat membantu proses pembelajaran, khususnya dalam mendukung digitalisasi pendidikan. “Bantuan IFP tersebut sangat bermanfaat dan tentu sangat menunjang pembelajaran siswa dalam mewujudkan Generasi Emas 2045,” pungkasnya. (Effendy)





