dutapublik.com, TANGERANG – Cahyati PMI asal Kota Tangerang Banten diberangkatkan melalui PT. Avida untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Timur Tengah tepatnya di Bahrain.
Baru sekitar 6 bulan sejak pemberangkatan, Cahyati minta pihak PT pemroses memulangkan ke Indonesia, pasalnya ia bekerja di negara tempatan tersebut dengan keadaan tidak jelas.
Sebagaimana ia menceritakan kepada dutapublik.com bahwa ia sudah 4 kali berganti majikan dalam kurun waktu 4 bulan pertama. “Saya sudah empat kali berganti majikan selama 4 bulan pertama pak, itu juga kerjaannya tidak jelas,” tuturnya, beberapa waktu lalu.
“Di Majikan yang kedua dapat 1 minggu dibayar sama majikan yang kedua tapi uangnya diambil semua kantor agent saya cuman dibeliin pulsa 10 dinar doang,” sambungannya.
“Di Majikan ke 3 dapat 3 hari dibayar 10 dinar, selama 2 bulan di kantor (syarikah) gak ada majikan gara-gara tato aku di tangan jadi Majikan gak ada yg mau pak baru sekarang saya di majikan ke 4,” ujarnya.
Masih kata Cahyati, sponsor keberangkatan dirinya menjanjikan kontrak kerja hanya setahun tetapi ketika sudah di negara tempatan ia malah harus bekerja selama dua tahun.
Lalu, sekitar satu bulan terakhir ini, ia sudah tidak mau bekerja lagi, selain sudah tidak kuat lagi tinggal lebih lama karena hidup tak jelas, ia juga menuturkan merasa trauma yang mendalam karena sering mendapat perlakuan dilecehkan.
“Saya kalau minta dibeliin sesuatu seperti obat alat mandi, majikan suka minta imbalan saya diperlakukan tak senonoh,” pungkasnya. (Uya)





