Nando Anak Usia 9 Tahun Hidup Terlunta, Usai Ditinggalkan Ayah Ibu Merantau

420

dutapublik.com, TANGGAMUS – Nando anak usia 9 tahun merupakan warga Pekon Padang Ratu, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, terpaksa tempati rumah seorang diri setelah ayahnya pamit merantau kemudian ibu nya pun menyusul daftar menjadi TKW. Namun sayang kedua orangtuanya hingga kini masih putus komunikasi.

Bagaimana tidak semenjak kepergian kedua orangtuanya Nando harus menjalani hidup seorang diri namun beruntung Nando masih ada nenek untuk menjaga dan memperhatikan dalam kesehariannya walaupun mereka tidak tinggal dalam satu rumah.

Nando, panggilan akrab warga sekitar kini masih duduk di kelas 3 SDN 1 Pekon Padang Ratu Kecamatan Wonosobo. Nando merupakan Putra pertama pasangan Jeki Saferi (32) dan Lia Yuslifa (27).

Pada awal tahun 2022 lalu kedua orang tua Nando tersebut pergi merantau hingga sampai saat ini tak ada kabar berita dari kedua orang tuanya. Sehingga ia harus rela hidup sendiri di rumah tak layak huni dengan penuh keterbatasan.

Menurut Sahrizal, Paman Nando, keluarga adiknya termasuk warga kurang mampu di pekon tersebut. Sehingga diduga karena kesulitan ekonomi maka kedua orangtuanya memutuskan untuk merantau. Tapi sayang sampai pada saat ini tak ada kabar dari keduanya. “Sehingga berdampak pada nasib anak mereka Nando menjadi korba terlunta-lunta,” ujarnya pada Jumat (31/3).

Ia pun sangat berharap kepada pemerintah pusat dan daerah untuk bisa sedikit melihat dan memperhatikan nasib Leon Fernando keponakannya.

“Saat ini keponakan kami ini tinggal sendiri di sebuah rumah tak layak huni abang-abang bisa lihat sendiri keadaannya, tak layak untuk ditempati kenapa saya bilang begitu karena miris, kadang Nando ditemani oleh neneknya, Tapi itu tidak bisa setiap saat karena neneknya tinggal bersama kami, dan juga Nando keponakan saya ini tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun, entah itu dari pemerintah pusat daerah, bahkan yang berupa BLT DD dari pekon pun Nando belum pernah tersentuh,” ungkapnya.

“Yang jelas Saya sangat berharap kepada pemerintah pusat da daerah dan juga pemerintah pekon khususnya dalam hal ini Kementerian Sosial agar bisa meninjau dan memberikan perhatian terutama bantuan rumah layak huni untuk anak kami Nando,” harapnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *