Ketua KC FSPMI Edy Suprapto Tekankan Pentingnya Kekompakan Dalam Muscab I PCEE Probolinggo

233

dutapublik.com, PROBOLINGGO – Semilir angin laut dan debur ombak di Pantai Bohay menjadi saksi sejarah lahirnya tonggak baru perjuangan buruh di wilayah tapal kuda. Dalam balutan tema membara “Nasib Itu Diperjuangkan, Bukan Dititipkan,” Serikat Pekerja PCEE Probolinggo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pertama sekaligus pelantikan pengurus, yang berlangsung penuh semangat kekeluargaan dan solidaritas.

Acara penting ini dihadiri oleh tokoh-tokoh gerakan buruh, termasuk perwakilan PUK FSPMI dari berbagai perusahaan, jajaran Pengurus KC FSPMI Probolinggo Raya, serta yang tak kalah istimewa, kehadiran Sekretaris Umum Pengurus Pusat SPEE, Slamet, yang menyampaikan pesan moral tentang pentingnya konsistensi dalam perjuangan serikat pekerja.

Dalam Muscab tanggal 24 Juni 2025 tersebut, dua figur muda dengan semangat perjuangan tinggi terpilih sebagai pemegang tongkat komando. Andi dari PUK PT MKP dan Rio De Janeiro dari PUK PT MBP resmi dilantik sebagai pengurus PCEE Probolinggo, menandai dimulainya babak baru organisasi yang sebelumnya bernaung di wilayah besar seperti Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya.

Ketua KC FSPMI Probolinggo Raya, Edy Suprapto, membuka acara dengan penuh optimisme. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh anggota untuk menyadari bahwa sejarah baru ini lahir dari tekad dan kekompakan kolektif. Ia juga mengapresiasi berdirinya PCEE Probolinggo yang resmi berstatus mandiri sejak 1 Juni 2025.

Lebih dari sekadar seremoni, Edy menekankan pentingnya kekompakan internal sebagai fondasi gerakan buruh yang kuat.

“Solidaritas bukan hanya soal turun ke jalan, tapi juga soal konsistensi membayar iuran dan memanfaatkan kantor sekretariat sebagai ruang diskusi aktif, bukan sekadar simbol belaka,” tegasnya.

Pantai Bohay, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Probolinggo, seolah ikut tersenyum menyambut kelahiran PCEE Probolinggo. Di tengah panorama yang menyejukkan, semangat perjuangan buruh berkibar tinggi, mengingatkan bahwa nasib tidak ditentukan oleh belas kasihan, tetapi diperjuangkan dengan keberanian.

Selamat berjuang, PCEE Probolinggo! Sejarah kini menanti kalian untuk menorehkan jejak dengan tinta keberanian. (SNR)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *