LSM Penjara Indonesia Kabupaten Bekasi: Demokrasi Harus Dikawal, Anarkis Harus Dilawan

476

dutapublik.com, BEKASI – Terkait ramainya desas desus Pelantikan Wabup Bekasi terpilih H. Akhmad Marjuki periode 2017-2022, baik di berita online, WAG dan medsos, beragam tanggapan pro dan kontra  yang bermunculan dari beberapa elemen masyarakat kabupaten Bekasi, Sabtu (25/9).

Dukungan kepada Mendagri dan Pemprov Jabar untuk melanjutkan proses hingga pelantikan Wabup terpilih H. Akhmad Marjuki  datang dari LSM Penjara Indonesia DPC Kabupaten Bekasi yang siap mengawal proses Pilwabup (Pemilihan Wakil Bupati) sampai Pelantikan.

JM. Hendro, S.H., Ketua LSM Penjara Indonesia DPC Kabupaten Bekasi mengatakan, proses Pilwabup yang sudah digelar oleh DPRD Kabupaten Bekasi sudah sesuai jika mengacu pada pasal 176 ayat 1, ayat 2 dan ayat 4, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016,  PP No. 12 Tahun 2018 dan Peraturan DPRD Kabupaten Bekasi nomor 2 Tahun 2019, Terkait Pelaksanaan Pilwabup Bekasi.

Lebih lanjut, JM. Hendro  yang dikenal berkarakter keras menuturkan, jabatan Bupati adalah jabatan politik, bukan struktural, masa bhaktinya masih ada, ego sektoral dan kekuasaan mengabaikan kehidupan politik, terkesan sangat terburu-buru.

“Orang Bekasi cukup bilang jangankan kalah seri aja gue ogah. Kalau gak paham terkait Bekasi jangan ikut campur urusan Pemerintahan Bekasi.  Silahkan bekerja sesuai tupoksinya. Gak usah ganggu, juga gak usah ikut campur. Gue emang bocah  kampung, ketimbang menjadi tokoh masyarakat Bekasi. Bekasi harus keluar dari polemik ini. Malu kita nyari pemimpin aja kaga bisa, gimana membangun masyarakat Bekasi.”

“Inilah uniknya Bekasi, punya identitas sendiri. Memahami persoalan Bekasi tidak cukup punya rencana membangun infrastruktur Bekasi. Di mana bumi dipijak di situ langit dijungjung. Bekasi bener-bener punya identitas. Kearifan lokalnya adalah tantangan yang tak mudah. Peristiwa kepemimpinan di Bekasi harus jadi pembelajaran generasi pengganti agar Bekasi yang lebih baik dan mampu menerapkan strategi kepemimpinan yang pas untuk Bekasi. Ini baru lokal, Bekasi adalah jendela dunia, Bekasi Jangan dijadikan  hambatan jika ingin membangun Bekasi. Dan di sinilah jiwa kami  bergerak untuk Bekasi,” bebernya.

Ditegaskannya, Ia berharap ingin mempunyai pemimpin kabupaten Bekasi yang legitimate.

“Kami bagian dari masyarakat Kabupaten Bekasi, kami ingin mempunyai pemimpin yang legitimate. Sudah bosan kami disajikan dagelan-dagelan oleh pemimpin sebelumnya.”

“LSM Penjara DPC Kabupaten siap merapatkan barisan untuk mengawal proses Pilwabup sampai tuntas, karena dengan di lantiknya H. Akhmad Marjuki, awal Kebangkitan Demokrasi Di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *