dutapublik.com, MEMPAWAH – Petani di Desa Sekabuk Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat menghasilkan 700 ton beras setiap musim panen.
Oleh karena itu, Kepala Desa Sekabuk Andas Saputra mendukung Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM) untuk melakukan Seminar tentang Ekonomi di desanya.
Kelompok 3 Kuliah Kerja Sosial (KKS) STAIM pada Senin (10/1) melakukan silaturahmi dan audensi kepada pemerintah Desa Sekabuk.
Agenda tersebut dilakukan oleh kelompok tiga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan ingin berkerja sama dalam pelaksanaan seminar yang akan dilaksanakan oleh Mahasiswa KKS STAIM.
“Alhamdulillah Pemerintah Desa Sekabuk responsif atas kedatangan dan maksud tujuan kami. Disambut sangat baik oleh Pemerintah Desa,” kata Fathul Qorib, selaku Ketua Kelompok 3 KKS STAIM.
Dikatakan Fathul Qorib, banyak hal yang dibahas. Utamanya Ia menanyakan tentang situasi dan kondisi masyarakat Desa Sekabuk baik dari segi pendidikan, ekonumi maupun kerukunan antar umat beragama.
“Kami sudah sepakat tadi dengan Kepala Desa Sekabuk, bahwa dalam waktu dekat ini kami bersama Pemerintah Desa akan mengadakan seminar tentang ekonomi. Semoga agenda ini bisa terealisasi dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di sini,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Andas Saputra Kepala Desa Sekabuk menyambut baik atas kedatangan mahasiswa KKS STAIM.
“Selamat datang di kantor Desa Sekabuk dan kami juga ucapkan terima kasih atas pengabdian adik-adik semoga bisa dapat mengedukasi masyarakat kami utamanya dalam hal Pendidikan dan ekonomi. Tidak terlepas dari itu yang berkaitan dengan bakti sosial dan Majelis Taklim kami juga ucapkan terima kasih,” ucapnya.
Andas Saputra juga menyambut baik maksud dan tujuan Mahasiswa STAIM serta siap bersinergi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Luasan lahan pertanian yang ada di Desa kami sebanyak 225 hektar dan masyarakat sekabuk 85 persen penghasil ekonominya dengan bertani padi termasuk saya petani padi juga di sini dan bersyukur kepada Tuhan di sini kami setiap musim panen kami bisa menghasilkan panen padi sebanyak 500 sampai 700 ton,” ungkapnya.
Menurut Andas Saputra, Desa Sekabuk merupan salah satu Desa yang ada di Kabupaten Mempawah yang termasuk sudah dapat membantu pemerintah dalam ketahanan pangan.
“Di desa kami juga ada Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial dan juga ada namanya E-Warung yang menyuplai BPNT, berasnya pun juga yang didistribusikan dari sini dan yang menerima juga masyarakat sini dan masyarakat Desa.”
“Tentu hal tersebut harus ada pengembangan dan saya sangat mendukung atas inisiatif Mahasiswa dengan kegiatan seminar tentang ekonomi agar masyarakat dapat lebih bisa mengembangkan kemampuannya dalam bertani sehingga hasil Panin juga dapat lebih meningkat dan kemanfaatnya bisa dirasakan,” pungkasnya. (Sandi)





