dutapublik.com, TANGGAMUS – Tim investigasi Irban V Inspektorat Kabupaten Tanggamus, diduga berupaya lakukan berbagai macam cara untuk menyelamatkan Pemerintah Pekon Ampai Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, terkait dugaan penggelapan BLT DD tahun 2022 lalu.
Pasalnya tim Irban V Inspektorat memanggil KPM yang namanya masuk sebagai penerima BLT DD. Lagi lagi tim investigasi Irban V Inspektorat meminta KPM membuat surat pernyataan yang berbunyi KPM tersebut telah menerima bantuan BLT DD tahun 2022 namun direalisasikan di tahun 2023.
Saat ditanya awak media, Iswandi tim investigasi Irban V Inspektorat mengatakan di tahun 2021 ibu Lasmini belum masuk sebagai penerima BLT DD di tahun 2022 baru lah ibu Lasmini masuk sebagai penerima BLT DD yang disalurkan oleh Pemerintah Pekon Ampai. “Kenapa ibu Lasmini selama ini tidak pernah merasa menerima BLT DD, karena bantuan BLT DD milik ibu Lasmini dititipkan oleh bendahara Pekon ke kakaknya dan uang bantuan tersebut masih dipinjam sama kakaknya ibu Lasmini,” ujar Iswandi.
“Dan ini kakaknya sudah membuat surat pernyataan bahwa ia siap mengembalikan uang yang ia pinjam dalam waktu dua hari, artinya bukan pemerintah Pekon itu mengambil bantuan tersebut, ini cuma miskomunikasi aja,” terang Iswandi pada Senin (15/1/2024).
Masih di tempat yang sama Kadus Pekon Ampai Humami saat ditanya tim investigasi Irban V, mengakui kalau BLT DD tahun 2022 milik Sukamto sebesar Rp3.600.000 (Tiga juta enam ratus ribu rupiah) masih ia pakai. “Baru saya kasihkan satu juta rupiah adapun kekurangannya saya minta tempo satu hari,” kata Humami.
“Ia memang benar BLT DD tahun 2022 milik Sukamto, uangnya masih saya pakai dan saya minta tempo satu hari, uang BLT DD nya Sukanto sebesar tiga juta enam ratus ribu rupiah dan baru saya berikan satu juta rupiah, masih kurang dua juta Enam ratus ribu rupiah, pada saat pengambilan BLT DD yang menandatangani berkasnya ya saya semua yang tanda tangan, maka nya uangnya saya pakai dulu,” pungkasnya.
Sementara Bendahara Pekon Ampai Samiun di hadapan tim investigasi mengatakan BLT DD tahun 2022 Pekon Ampai semua sudah ia bagikan namun jika ada KPM yang cuma menerima BLT DD cuma tiga kali, itu dimungkinkan ia lupa. “Gak mungkin saya ingat semua karena KPM penerima BLT DD itu sebanyak 126 KPM saya juga gak hanya ngurus BLT DD saya juga mikirin keluarga saya juga,” bebernya.
“Yang jelas pembagian BLT DD tahun 2022 itu saya yang membagikan dan semua sudah direalisasikan ada pun KPM ada yang hanya menerima tiga kali itu mungkin saya lupa dan gak mungkin saya ingat semua KPM sebanyak 126 KPM saya juga tidak memikirkan itu saja saya ada keluarga saya juga mikirin keluarga saya,” tandas Samiun.
Untuk diketahui permasalahan BLT DD Pekon Ampai Kecamatan Limau telah berjalan hampir lima bulan lamanya walaupun telah banyak pengakuan baik KPM BLT DD dan juga pengakuan dari pihak pemerintah Pekon Ampai namun pihak Inspektorat Tanggamus hingga kini masih berkutak katik terkesan hendak menutupi permasalahan yang mencuat selama ini.
Dengan lambatnya penanganan perkara Dana Desa yang menimbulkan mosi tak percaya atas kinerja Inspektorat Tanggamus mengingat banyaknya kasus dana desa namun hanya sebatas pembinaan. (Sarip)





