Nasib PMI (124): PMI Nurmalasari Korban Dugaan Kekerasan Majikan Pulang Ke Tanah Air

398

dutapublik.com, KARAWANG – Penderitaan dan jerit tangis Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diberangkatkan secara unprosedural ke negara Timur Tengah, yaitu Nurmalasari, kini usai sudah. Pasalnya, Nurmalassri bisa menginjakan kakinya kembali di negara Indonesia dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercintanya, pada Senin (5/12).

Diketahui, Nurmalasari, warga Desa Karyamukti Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diberangkatkan ke negara Timur Tengah oleh sponsor bernama Andri pada bulan Februri 2022 silam.

Kepulangan Nurmalasari, dijemput dan dikawal langsung oleh dutapublik.com, Kades Karyamukti Siti Rohimah, Kadus Margasalam Darno, suami dan keluarga tercinta, mulai dari Bandara Internasional Soetta hingga ke kediamannya.

Ketika diwawancarai media dutapublik.com, Nurmalasari menceritakan kisah pilunya ketika dirinya diduga mendapat tindak kekerasan dari sang majikan tempat dirinya bekerja.

“Saat itu saya lagi makan, anak majikan nyuruh saya buang sampah, sedangkan majikan saya nyuruh beres-beres kamar. Mereka berantem memperebutkan saya, anak majikan dan majikan sama-sama narik tangan saya, kemudian saya didorong dan dibenturkan ke pintu dan rambut saya dijambak sehingga tangan saya memar Pak,” bebernya.

Keterangan Gambar 2: Nurmalasari Bersama Suami Dan Kakak, Saat Tiba Di Kediamannya

Setelah Nurmalasari berhasil pulang ke Indonesia, dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak yang membantu dirinya sehingga bisa pulang ke Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih banyak ke tim dutapublik, kepada suami, kakak saya juga dan semua pihak yang sudah mau membantu saya pulang ke Indonesia. Sekali lagi terima kasih banyak dan mohon maaf sudah saya repotkan untuk bantu saya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ade, selaku kakak kandung Nurmalasari mencurahkan kebahagiaannya dengan kepulangan adik tercintanya.

“Senang sekali ya Allah, adik saya bisa pulang. Terima kasih banyak kepada dutapublik yang telah berjuang juga terima kasih kepada Ibu Kepala Desa dan Bapak Kadus yang sudah bersedia menjemput adik saya ke Bandara dan mengawal hingga sampai ke rumah sini,” tuturnya.

Ade mangaku, bahwa dirinya, suami Nurmalasari dan keluarga besarnya tidak mengetahui kalau berangkatnya Nurmalasari ke Timur Tengah untuk bekerja jadi asisten rumah tangga itu adalah Ilegal.

“Kami tidak diberikan penjelasan oleh sponsor kalau adik saya itu Ilegal bekerja jadi pembantu di Timur Tengah. Sponsor hanya meyakinkan saya bahwa Nurmalasari bisa berangkat ke Timur Tengah,” ungkapnya. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *