Nasib PMI (125): PMI Ilegal Bernama Siti Khodijah Mengaku Gajinya Tidak Dibayarkan, Sponsor Haji Toni Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi 

457

dutapublik.com, KARAWANG – Masih maraknya pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Timur Tengah saat kebijakan moratorium masih berlaku mengakibatkan mereka sangat rentan menjadi korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang).

Para terduga pelaku TPPO banyak mengiming-imingi gaji besar para PMI namun faktanya iming-iming tersebut hanyalah prank belaka.

Salah satu korban dugaan TPPO,
Siti Hodijah binti Andir Isnan yang berasal dari Karawang mengaku menyesal karena termakan bujuk rayu oknum sponsor.

Baca Juga:  Sponsor Terduga Sindikat TPPO Dari PT Elsafah Adiwiguna Selalu Berdalih, Diduga Mau Lepas Tanggung Jawab

Sebagai pejuang devisa, Siti sangat menyesal dengan ucapan-ucapan yang dijanjikan kepadanya dengan mengimingi gaji besar.

Siti yang mengaku berstatus PMI ilegal di negara tempatan timur tengah saat ini mengalami nasib buruk. Pasalnya gaji Siti tidak diberikan oleh pihak Syarikah.

Masih menurut keterangan Siti, sponsor yang mengurus keberangkatannya adalah Bapak Haji Toni yang berdomisili di Telagasari Karawang. “Saya diurus oleh Pak Haji Toni yang memberangkatkan saya ke Syarikah,” bebernya.

Baca Juga:  Kasus Judi Online (1), Member Judi Online Situs 5G Toto Ceritakan Hancurnya Ekonomi Sejak Nyandu Game Slot

Sementara itu saat dikonfirmasi tim awak media dutapublik.com, Selasa (6/12) Haji Toni memilih bungkam dan tidak menjawab konfirmasi dari awak media dutapublik.com hingga berita ini dipublikasikan. (Rahmat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *