dutapublik.com, KARAWANG – Nasib oh nasib, derita yang dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI) unprosedural Timur Tengah tak hanya mendapatkan perlakuan tidak manusiawi oleh sang majikan atau pun oleh Syarikah, namun nyawa pun bisa melayang demi berjuang hidup di negara Timur Tengah.
Adalah D, PMI unprosedural Timur Tengah asal Desa Mekarasari Kecamatan Cikaum Kabupaten Subang, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya saat berada di Syarikah Nahda di negara tempatan Timur Tengah.
Kabar tersebut terdengar ketika salah seorang PMI yang merupakan rekan Almarhumah D, menceritakan kepada media dutapublik.com, bahwa D telah meninggal dunia.
“Saya ikut ngurusin D saat sakit Pak. D itu diduga awalnya sakit beri-beri karena badannya bengkak. Padahal D paru-parunya kerendam cairan. Saya ama D di Syarikah Nahda. Mayat D langsung dibawa ke salah satu runah sakit di sini,” ujar Bunga (nama samaran) kepada media dutapublik.com, pada Sabtu (10/12), melalui telpon WhatsApp.
Menurut Bunga, bahwa jenazah Intan warga Kabupaten Purwakarta, yang dikabarkan meninggal dunia beberapa bulan lalu, masih disimpan di rumah sakit yang sama dengan jenazah D.
“Mayat Intan orang Plered Purwakarta pun masih disimpan di rumah sakit itu Pak. Kasian sekali Pak. Intan dan D kalo tidak salah diberangkatkan olleh PT. Putra xx,” ungkapnya.
Sementara, suami D yaitu AI (29), ketika dihubungi oleh media dutapublik.com melalui sambungan telepon selulernya membenarkan bahwa istri tercintanya dikabarkan telah meninggal dunia di negara Timur Tengah.
“Jam 12 siang tadi ada yang telepon ke saya namanya Pak Asep dari Tambak Dahan Subang, katanya Pak Asep pengurus Pengaduan Migran Indonesia. Kalo sponsor istri saya namanya Pak Ocin. Padahal malemnya saya sempat video call dengan istri saya dan memang istri saya mukanya pucat,” bebernya, pada Sabtu (10/12) malam.
Dijelaskan AI, dirinya beserta keluarga besar sudah ikhlas dengan meninggalnya D.
“Kata Pak Asep kalo jenazah istri saya minta dipulangkan ke Indonesia itu lama butuh waktu kurang lebih 2 bulan. Jadi kami ikhlaskan jenazah istri saya biar diurus dan dimakamkan di sana aja Pak,” tuturnya.
Sedangan, F selaku jajaran PT. Putra xx ketika dimintai keterangan terkait kabar meninggalnya D, tidak merespon panggilan telpon dari media dutapublik.com, hingga berita ini dipublikasikan. (N. Wirasasmita)





