Nasib PMI (40): TKI Asal Indramayu Harus Bekerja Di 2 Rumah Sekaligus

554

dutapublik.com, INDRAMAYU – Pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI unprosedural ke negara tempatan Timur Tengah terus marak terjadi. Hal itu diketahui setelah bertambahnya pengaduan yang disampaikan kepada Posko Pengaduan PMI dutapublik.com.

Dikatakan unprosedural, dikarenakan visa yang digunakan adalah visa visit/tourism, sedangkan aktualnya para PMI/TKI tersebut dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga dan juga Kepmenaker nomor 260 tahun 215 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah, hingga saat ini masih diberlakukan dan dengan tegas melarang penempatan buruh migran pada pengguna perseorangan di 19 negara di kawasan Timur Tengah.

Salah satunya adalah yang menimpa Ike Nuraini, warga Desa Waru Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ike Nuraini diberangkatkan sebagai PMI/TKI unprosedural ke negara Timur Tengah diduga oleh salah satu oknum sponsor dan perusahaan pemroses di Jakarta.

“Saya sekarang berada di Arab Saudi di Kota Jeddah. Saya mohon, saya ingin pulang Pak. Tolong bantu saya,” keluhnya dengan nada memelas melaui pesan suara WhatsApp kepada media dutapublik.com, pada Senin (30/5).

Keinginan Ike Nuraini pulang ke Indonesia dikarenakan beban kerjaan yang sangat berat, sehingga dirinya sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga.

“Pekerjaannya sangat berat. Saya hanya punya waktu tidur dua sampai 3 jam setiap hari. Pagi saya bekerja rumah Ibunya Majikan yang laki-laki sampai jam tujuh malam, terus pulang ke rumah Majikan langsung kerja lagi dari jam tujuh malam sampai jam satu malam kadang sampai jam dua malam. Saya harus bangun jam empat atau setengah lima pagi hari, nyiapin segalanya untuk anak Majikan sekolah.”

“Jam tujuh pagi pergi lagi ke rumah Ibunya Majikan untuk kerja sampai malam. Jadi saya di sini merasa tidak sanggup lagi. Kemaren saja saya saking lelahnya tertidur di kamar mandi dan saya sakit akibat kurang istirahat, saya minta obat tidak dikasih. Tolong Pak saya ingin pulang, saya mohon bantu saya,” ungkapnya.

Ike Nuraini pun meceritakan bahwa sebelum bekerja di rumah Majikan yang sekarang, sebelumnya Ike Nuraini sudah berganti Majikan hingga dua kali.

“Saya di sini sudah tiga kali Majikan, yang pertama saya jarang dikasih makan dan saya sakit pun tidak dikasih obat, waktu kaki saya terluka, saya minta obat Majikan tidak kasih. Terus saya ganti Majikan kedua, rumahnya itu besar tiga lantai dan orangnya banyak yang harus saya urusin,” bebernya.

Sementara, Tatang, selaku suami dari Ike Nuraini menambahkan, bahwa memang benar istri tercintanya tersebut sering mengeluhkan ingin pulang ke Indonesia.

“Iya Pak betul, istri saya ingin pulang ke Indonesia. Kasihan dia Pak, beban kerjaannya terlalu berat. Saya mohon pulangkan istri saya Pak,” imbuhnya, pada Kamis (2/6).

Sedangkan, pihak Sponsor dan ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp miliknya, memilih bungkam seribu bahasa dengan tidak memberikan tanggapan apapun hingga berita ini dipublikasikan. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *