Oknum Guru SMP Erlangga Kotim Diduga Tempeleng 4 Siswa Hingga Berulang-Ulang

317

dutapublik.com, TANGGAMUS – Empat siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Erlangga Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus Lampung diduga jadi korban tamparan oleh Oknum Guru berinisial DH. Peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 21 September 2024 beberapa hari lalu.

Berdasarkan informasi yang berkembang dan untuk memastikan informasi tersebut awak media dutapublik.com mencoba menelusuri kebenaran dari informasi tersebut. Awak media dutapublik mendatangi kediaman orang tua siswa guna konfirmasi untuk memastikan informasi yang berkembang di lingkungan SMP Erlangga yang diduga oknum guru tersebut menempeleng siswa hingga berkali kali.

Saat awak media menghubungi salah satu kerabat siswa korban oknum guru tersebut via sambungan WhatsApp mengatakan bahwa ia belum tahu kronologis lengkapnya karena ia hanya paman dan yang lebih tahu wali siswa agar informasinya lebih jelas.

“Soalnya keponakan saya sekolah pulang nangis dan dia cerita sama saya habis ditempeleng sama guru, nempelengnya juga nggak cuma sekali, bahkan beberapa kali bolak-balik, kata gurunya sih bolos tapi kata anaknya guru datang kesiangan makanya anak-anak itu keluar jajan,” ujarnya.

“Keterangan dari keponakan saya anak-anak itu sudah masuk kelas tapi gurunya belum masuk kelas mungkin karena lama nunggu guru gak masuk masuk makanya mereka keluar jajan, siswa yang keluar itu banyak tapi yang ditempeleng 4 orang,” jelasnya.

Di tempat terpisah salah satu wali siswa saat dikonfirmasi awak media menerangkan anaknya baru ditanya olehnya tadi pagi terkait masalah ini. “Soalnya kata mereka kan anak anak ini bolos, tapi kata anak saya mereka tidak bolos mereka sudah masuk di kelas, karena gurunya lama gak masuk kelas, makanya mereka keluar jajan,” ujarnya.

“Setelah anak anak ini mau kembali ke kelas ibu guru DH sudah masuk, terus kata teman teman mereka jangan masuk kelas bu DH sudah masuk nanti kalian ditabok, mendengar seperti itu anak anak ini ketakutan makanya mereka kabur, kalau ibu DH nempeleng mereka itu hari Sabtu,” jelasnya

“Saya tanya kamu bolos sekolah ya , jawaban anak saya nggak bolos mak kalau saya bolos pasti saya nggak balik lagi ke sekolah tapi kan saya balik lagi, tadi itu saya nemenin teman saya makan itu cerita anak saya,” ujar wali murid menirukan apa yang disampaikan anaknya.

“Ya artinya kalau anak-anak itu sudah masuk kelas dan gurunya lama nggak masuk kelas dikira pelajaran kosong makanya mereka keluar pas dia balik lagi kata teman-temannya bu DH sudah datang nggak usah masuk nanti kamu ditabok itu kata teman-temannya, kalau anak anak bilang seperti itu mau ditabok jadi mereka kabur mungkin juga sudah sering seperti itu.”

Lebih lanjut wali siswa tersebut mengatakan bahwa ia dapat undangan untuk datang ke sekolah besok. “Namun yang saya heran kok di surat undangan itu anak anak ini bahasanya pemalakan dan bullying, kalau memang anak anak ini malak dan bullying, mereka ini malak dan buling siapa, biar kita sama sama cari solusinya tapi kalau gak ada berarti inikan fitnah,” ujarnya.

“Pada intinya kami selaku wali murid, kalau guru mukul siswa dengan alasan yang jelas, yang sifatnya mendidik, gak papa anak anak itu dihukum tapi jangan juga main tampar apa lagi yang dipukul bagian kepala dan juga gak cuma satu kali bahkan berulang ulang.”

“Yang jelas saya selaku orang tua gak terima kalau anak saya dipukul tampa alasan yang jelas dan lagi pula sudah bukan zamannya lagi guru sekolah kok ringan tangan, saya berharap pihak terkait untuk bisa menindaklanjuti agar kedepan jangan ada lagi kejadian serupa,” pungkasnya pada Senin (23/9/2024).

Hal yang sama disampaikan wali siswa yang lain saat dikonfirmasi awak media dutapublik di kediamannya menjelaskan kejadiannya hari Sabtu kemarin awalnya anak-anak ini sudah masuk kelas tapi karena lama menunggu gurunya tidak masuk kelas jadi dikira oleh anak-anak ini jam kosong makanya mereka keluar jajan dan kakak kelasnya juga pada keluar karena melihat kakak kelasnya pada keluar mereka kira ada rapat, karena merasa lapar terus anaknya pulang makan.

“Memang ditanya sama buk guru mereka kenapa kamu bolos, tapi ibu guru itu nanya kayak gitu udah mukul duluan bukan nanya dulu tapi lebih duluan mukul apalagi yang dipukul oleh ibu DH itu bagian kepala pipi dan itu gak cuman sekali bahkan berulang-ulang,” kata wali kelas menirukan pengakuan anaknya.

“Kalau cuma dipukul sekali atau dua kali mukul bagi kami nggak masalah, kalau memang anak itu bandel nakal namanya memberi nasehat tapi kalau sudah berulang-ulang mukul di bagian kepala dan alasannya juga belum jelas itu yang jadi masalah buat kami.”

“Kami tidak keberatan anak kami dihukum, kalau memang anak kami bandel tapi jangan langsung main pukul seperti ini kami selaku orang tua meminta bukan niatan kami untuk menjelek-jelekkan guru atau sekolah kami meminta kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti supaya ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” jelasnya.

“Yang lebih herannya lagi tadi kami mendapat undangan untuk hadir di sekolah besok tapi saya lihat saya baca di dalam undangannya itu terkait pemalakan dan bullying, saya tanya tadi sama anak saya kamu malak ya anak saya jawab enggak kata anak saya,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan penjelasan dari pihak SMP Erlangga, awak media dutapublik mencoba menghubungi Kepala SMP Erlangga via sambungan WhatsApp baik telepon dan pesan singkat, namun hingga berita ini diterbitkan Kepsek SMP Erlangga AB tidak merespon telepon wartawan walau WhatsApp yang bersangkutan terlihat berdering. Begitupun upaya awak media dutapublik meminta klarifikasi dari DH juga belum membuahkan hasil hingga berita ini dipublikasikan. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *