PAC IPNU Sungai Raya Gelar Webinar Peran Santri Untuk Kemajuan Indonesia

418

dutapublik.com, KUBU RAYA – Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Kalbar, menggelar Webinar. menghadirkan Pemateri Alumni Pondok Pesantren Darussalam Gontor dengan Tema ‘Peran Santri Terhadap Kemajuan Indonesia Mempertahankan NKRI’ Via Zoom Meeting, pada Sabtu, (30/10) Malam.

Kegiatan tersebut hadirkan Zulfatur Rofi’ah, S.Ag., sebagai Pemateri dari Demak, dan Alumni lulusan Sarjana Agama Universitas Darussalam Gontor, yang kini juga menempuh Pasca Sarjananya. Diikuti juga peserta Webinar Nusa Tenggara Barat Izwan Ariadi, Ketua IPNU IPPNU Kubu Raya, dan Puluhan Peserta Webinar lainnya.

Ketua PAC IPNU Sungai Raya Sulaiman, S.Ag. dalam sambutannya, bahwa di momentum hari Santri pada lalu, harus terus didukung dan tentunya terus mengambil sikap sebagai pelajar dalam mengapreasiasi Hari Santri Nasional.

“Dengan kegiatan webinar ini, akan menyajikan bagaimana peran kita agar terus mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Ulil Abshor, S.Pd, Sangat mengapreasiasi Kegiatan yang diselenggarakan oleh PAC IPNU Sungai Raya.

“Apalagi bisa berkolaborasi dengan pemateri yang juga luar biasa. Nah, selamat sekali lagi, atas terselenggaranya Webinar ini. Mudah-mudahan harapan dengan kegiatan tersebut mampu terus menambah wawasan kebangsaan dan terus Istiqomah mengamalkan pundi-pundi pilar bangsa, salah satunya Menjaga NKRI,” ujarnya.

Keterangan Gambar 2: Webinar PAC IPNU Kubu Raya

Dikatakannya, IPNU sebenarnya sudah selaras dengan Akronim PBNU, hanya saja bedanya awalan I dan B yang sama sama memiliki Makna sirat yang dalam dilihat sudut pandangnya Indahnya Keberagaman, Pancasila, NKRI dan Undang Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi Bangsa.

“Tentunya kita sebagai Santrinya Mbah Hasyim Asy’ari, teruslah berkhidmat dengan penuh semangat. Dan luruskan niat dalam berjuang membesarkan nama Organisasi Kita,” ajaknya.

Sementara, Zulfatur Rofi’ah, S.Ag., selaku Narasumber atau Pemateri sangat mengapreasi kegiatan yang diadakan oleh Panitia dan Pengurus IPNU Kecamatan Sungai Raya, di Kalimantan Barat. Latar belakangnya sebagai Santri lulusan Gontor Darussalam ini pernah mondok selama kurang lebih 9 tahun.

“Dirinya melihat, bahwa realita fenomena saat ini, bahwa Santri Sarungan dan Modern sudah mengalami kemajuan teknologi. Namun, meski tidak sama seratus persen seperti dikala dalam pondok dan diluar pondok mengalami gesekan revolusi akhlak,” tuturnya.

Menurutnya, menjadi Santri ialah dengan memiliki akhlak karimah seperti santri pada umumnya.

“Meski yang mondok juga sebagian tidak menjamin kesantriannya. Namun kita tetap bangga dan terus menunjukkan akhlak kesantrian kita,” tutupnya. (Muhajir)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *