dutapublik.com, BANDUNG – Organisasi Masyarakat Rajawali Garda Pemuda Indonesia (RGPI) melantik pengurus Rajawali Garda Pemuda Indonesia DPW se Jawa Barat di Hotel Ariya Duta Jn. Sumatera No. 51, Citarum. Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung.
Dalam pelantikan tersebut, Ketua Umum DPP RGPI Danil Hidayat mengatakan, jika dalam pelantikan DPW se Jawa Barat itu akan membentuk Organisasi Masyarakat yang tentunya akan menciptakan kedekatan antara pengurus RGPI dengan masyarakat dengan program-program RGPI.
“Program untuk kebutuhan informasi masyarakat adalah yang pertama adalah menampung aspirasi masyarakat. Kami sebagai DPW Kota Bandung akan menampung aspirasi masyarakat. Kami akan mensinergikan antara aspirasi masyarakat dengan program-program Pemerintah setempat,” kata Danil, pada Sabtu (30/10).
Selain itu, RGPI akan membuat program-program yang berbentuk sosial untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang saat ini terdampak pandemi COVID-19.
Dikatakan Danil, Program RGPI, salah satunya telah rutin dilksanakan, yaitu Jumat Berkah.
“Kita sudah berjalan sampai hari ini, yaitu kita setiap Jumat kita melakukan Jumat Berkah, kita berbagi makanan kepada fakir miskin, kaum duafa dan kita juga sudah berjalan membagikan beras kepada orang-orang yang tidak mampu.” ujarnya.
Dana yang didapatkan untuk menunjang kegiatan tersebut, lanjut Danil, diperoleh dari gtoup Perusahaan yang dikelolanya. bukan dari bantuan Pemerintah.
“Kita juga sudah berjalan perbaikan rumah anak yatim, perbaikan rumah orang-orang tidak mampu, perbaikan Mushola sudah kita jalankan dan dana itu kita dapat bukan dari Pemerintah, kita bukan dapat dari mana-mana.
“Kita kebetulan ada grup Perusahaan, kebetulan saya sendiri salah satu Direktur utamanya, itu lah yang kita manfaatkan kita sisihkan untuk sebagian besar untuk sosial,” jelasnya.
Menurut Danil, rencana ke depan, pihaknya akan membuka Warung Dhuafa.
“Ke depan saya juga sudah bicara dengan Srikandi, bahwa kita akan membikin warung duafa. Warung Duafa itu kita ingat di jaman susah, seperti kadang-kadang orang mau sarapan saja itu susah karena tidak ada uang.”
“Makanya nanti saya akan membikin Warung Duafa itu. Misalnya kalau di warung biasa beli nasi uduk 10 ribu, Nanti kita akan beli ke pedagang nasi uduk, Bubur, dll nya dan yang orang beli ke warung duafa cuma bayar Rp. 1000, Supaya mereka bisa makan bisa bekerja dengan baik dengan perut yang tidak lapar,” tambahnya.
Sementara itu, menurut Ketua RGPI DPW Kota Bandung Ridwan Femi, selain program-program yang telah Ketua umum katakan, Dirinya akan membuka program terkait pemulihan ekonomi dan pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung.
“Terutama program saat ini pemulihan daerah, kami RGPI beberapa Pengusaha yang ada di RGPI akan ikut berpikir bagaimana cara memulihkan perekonomian di kota Bandung.”
“Tadi Pak Sekda disampaikan bahwa mari kita berkolaborasi dalam pemulihan ekonomi di Kota Bandung, Karena kami punya ahli-ahli ekonomi, jadi InsyaAllah akan membantu pemulihan ekonomi di Kota Bandung dengan program sinergi dengan Pemerintahan Kota Bandung,” tuturnya.
Tak hanya program-program memulihkan ekonomi di Kota Bandung, Ridwan menjelaskan, jika RGPI juga mempunyai program Nasional, seperti, Berantas Pinjaman Online (Pinjol) yang saat ini sangat meresahkan masyakat.
“Program Nasional yaitu membumihanguskan Pinjol yang merugikan masyarakat kami di RGPI khususnya saya sendiri selalu berperang dengan praktik-praktik seperi itu dan 2.000 kasus telah saya selesaikan 2 tahun terakhir ini sebelum ada Program Nasional.”
“Yaitu kami selalu berperang terhadap praktik-praktik yang seperti itu dan kami tetap mengikuti aturan-aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (endang bonang)





