Padepokan Maung Bodas Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Gelar Acara Milang Kala Yang Ke -1 Tahun 2024

503

dutapublik.Com, TASIKMALAYA – Bertempat di Lapangan Kampung Desa RT 01 RW 09 Desa Leuwibudah Kecamatan Sukaraja Kabuten Tasikmalaya Jawa Barat Padepokan MAUNG BODAS Galunggung Melaksanakan kegiatan Milangkala yang ke 1, Minggu, 2 Juni 2024.

Hadir dalam acara kegiatan tersebut tersebut di antaranya sesepuh dari Padepokan Maung Bodas Galunggung Kang Erik, Padepokan Tingkat Jagat Galunggung Ki Pancaroba, sesepuh Yayasan Sunda, Ngahiji Abah Kayat, Yayasan Sima Matih Abah Deri, Yayasan Oyag Aji Saka, Yayasan Laskar Mageung Ang Indra, Yayasan Puwuruk Sepuh Kang Cacang, Yayasan Rajawali Sakti Kang Uday, Yayasan Gapura Budaya Asep Sanca, dari Dewan budaya Ki Lanang.
Hadir pula dari pihak perangkat desa, Yang dihadiri dan diwakili oleh Babinkamtibmas Bripka Chandra serta Babinsa bapak Sertu Apep S, tidak ketinggalan pula ibu, bapak, tokoh pemuda dan para tokoh budaya lainnya bersama sama menyaksikan kegiatan tersebut.

Kang Erik selaku Pimpinan Padepokan Maung Bodas Galunggung menyampaikan kepada awak media ketika di wawancara,” bahwa kegiatan ini dilaksanakan baru pertama kali ini karena Padepokan ini baru berdiri Satu tahun.” Ungkapnya.

Saya salaku pimpinan Padepokan Maung Bodas Galunggung mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan dan kehadirannya para tokoh Padepokan yang berada di Kabupaten Tasik Malaya, tidak ketinggalan pula kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya sesepuh seni dan budaya dari kabupaten yang lainnya yaitu dari Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung.

Kami mohon maaf kepada para sesepuh Padepokan dan tokoh seni budaya dan hadirin yang hadir atas segala keterbatasan Kami karena acara ini sangat mendadak sekali,” ucap Erik.

Sebelum acara dimulai diadakan dulu do’a bersama yang dipimpin oleh Ki Pancaroba sesepuh Padepokan dari Rongkat Jagat Galunggung, Dan beliaupun merupakan pembina di padepokan maung bodas galunggung.

Erik menambahkan kegiatan Milangkaka ini semoga kedepannya lebih maju lagi dan langgeng, sehingga dengan seni dan budaya ini kita bisa bersatu dan mengembangkan kesenian di daerah kita masing masing khususnya, dan dengan di peliharanya budaya kita ini sebagai alat pemersatu bangsa dan mempertahankan seni budaya dan agama.” Pungkas nya. (Yaman)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *