Pasca Gempa Cianjur, SDN Cipetir Warung Kondang Terima Bantuan CSR Dari PT. Domus

462

dutapublik.com, CIANJUR – Ratusan sekolah roboh akibat bencana alam gempa bumi Cianjur, salah satunya Sekolah Dasar Negeri Cipetir yang berlokasi di Kampung Cipetir Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Pasca bencana gempa bumi yang mengguncang beberapa pekan lalu menyisakan puing-puing bangunan yang  roboh akibat dihantam Gempa Bumi yang sangat Dahsyat.

Rini Pujiastuti, Ketua Srikandi Abpednas saat memberikan bantuan ke SDN Cipetir

Namun berbeda dengan SDN Cipetir, sekolah ini patut berbangga, karena pada situasi darurat kejadian bencana, sekolah ini langsung mendapatkan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Domus yang memberikan bantuan material dengan dibangunkannya 4 ruang kelas darurat.

Maksud dari darurat ini adalah ketika itu pada masa tanggap darurat, ruang kelas ini dibangun permanen dan layak untuk kegiatan belajar mengajar. Demikian dikatakan Kepala Sekolah Dodo Kushendar kepada dutapublik.com saat ditemui di halaman Sekolah Dasar Negeri Cipetir beberapa waktu lalu.

Dodo Kushendar menerangkan bahwa PT. Domus merupakan Perusahaan yang bergerak dalam pembangunan rumah cepat tahan gempa.

“Awal mulanya sekolah ini mendapatkan bantuan dari PT. Domus yakni sekolah kami ditunjuk sebagai tempat pertemuan dialog antara Bapak Presiden dengan warga di sekitar sini karena akan dibangunkannya rumah darurat. Walaupun pada pelaksanaannya batal Pejabat BPNPB datang ke sini dan saya meminta kepada BPNPB sebuah tenda untuk belajar darurat, tetapi dari pihak BNPB menyarankan jangan tenda kasihan anak-anak nanti saya Bangunkan sekolah darurat karena saya punya rekanan yaitu PT. DOMUS. Demikian kutipan pembicaraan dengan pihak BNPB,” ujarnya.

Masih kata Dodo selain ruang kelas belajar, PT. Domus pun akan membangunkan Mushala dan WC.

“Namun walaupun ruang kelas sudah dibangunkan, kami masih punya PR bagaimana anak-anak kami bisa belajar, karena hampir 75 % terkena dampak. Satu orang meninggal, satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin selama dua Minggu koma kepalanya tertimpa bangunan roboh, ” bebernya. 

Dijelaskannya, adapun jumlah siswa yang membutuhkan seragam, sepatu dan alat tulis sebanyak 290 siswa.

“Saya mohon kepada para donatur, karena kami sangat memerlukan bantuan seragam, buku tulis untuk melanjutkan pembelajaran pada semester kedua. Sementara dari Dinas Pendidikan belum mendapatkan bantuan, hanya kemarin Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga memberikan bantuan alat peraga, ” tandasnya.

Sementara Rini Pujiastuti Ketua Srikandi Abpednas usai memberikan bantuan ke SDN Cipetir merasa prihatin dengan keadaan para siswanya yang betul-betul membutuhkan bantuan alat tulis dan seragam. Sementara dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur belum memberikan bantuan. Seharusnya mereka cepat tanggap kasihan kan siswanya mau belajar pakai apa?, ” pungkas Rini. (Yani). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *