Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Dan Kelas Pesantren Sekolah Tahfidz Ulul Albab Yayasan Indonesia Satu Garut

944

dutapublik.com, GARUT – Yayasan Indonesia Satu Garut, mengadakan acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Asrama dan Kelas Pesantren Sekolah Tahfidz Ulul Albab, sekaligus pembagian santunan kepada Anak Yatim Piatu yang bertempat di Kampung Sindangwargi RT.01/07 Desa Karangpawitan Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, Sabtu (28/8).

Ustadz Tatang Abdurrahman Selaku Ketua Yayasan Indonesia Satu Garut mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat sekitar atas suport dan dukungannya, sehingga bisa terlaksananya kegiatan Bakti Sosial Santunan Anak Yatim, sekaligus melaksanakan acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Asrama dan kelas Pesantren Sekolah Tahfidz Ulul Albab.

“Alhamdulillah, Saya sangat berterimakasih sekali kepada masyarakat sekitar pondok yang sangat antusias mendukung pembangunan Asrama dan kelas Pesantren Sekolah Tahfidz Ulul Albab ini, sehingga pada hari ini bisa terlaksana acara peletakan batu pertamanya dan sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim piatu sebagai ungkapan rasa syukur kami,” ujarnya.

Diketahui ada 125 siswa yang sudah menjadi anak didik di Yayasan Indonesia Satu Garut, yang nantinya akan menempati bangunan baru tersebut.

Keterangan Gambar : Acara Santunan Anak Yatim Piatu Oleh Panitia Dari Yayasan Indonesia Satu Garut

“Nanti bila mana sudah terbangun rapih dan layak untuk di pakai belajar, anak didik kami yang sudah ada sebanyak 125 siswa akan kami pindahkan ke bangunan tersebut,” ungkap Ustadz Tatang Abdurrahman.

Masih ditempat yang sama, para tokoh masyarakat Kampung Sindangwargi RT.01/07 Desa Karangpawitan Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, merasa sangat senang mengetahui akan dibangunnya Asrama dan kelas Pesantren Sekolah Tahfidz Ulul Albab. Karena berarti anak-anaknya akan mempunyai tempat baru yang lebih nyaman lagi untuk belajar.

Menurut masyarakat sekitar lokasi pondok, sebelum adanya Pondok Pesantren Sekolah Tahfidz Ulul Albab tersebut anak-anak kebanyakan hanya bermain handphone saja kegiatan sehari-harinya dibandingkan dengan belajarnya.

“Alhamdulilah setelah ada Yayasan Indonesia Satu Garut ini, anak-anak kami jadi ada lagi kegiatan untuk belajar agama, apalagi belajar Tahfidz Qur’an gratis dari semua biayanya baik pendaftaran maupun biaya yang lainnya, itu yang di harapkan para orang tua apalagi seperti sekarang di masa Covid-19 yang serba susah untuk mencari uang, karena serba keterbatasan untuk melangkah dan sangat sepi usaha, khususnya yang berjualan karena terdampak PPKM,” ungkap tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. (Dedi Tole)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *