Perguruan Beladiri BUDI SUCI Dari Zaman Ke Zaman

2693

dutapublik.com, BANDUNG BARAT – Budi suci adalah suatu perguruan tenaga bathin atau kerohanian, sebab kekuatan yang ditimbulkan dari perpaduan antara pernafasan dengan amalan doa dan gerakan jurus yang dipadukan.

Tenaga bathin adalah kekuatan yang luar biasa yang merupakan anggota kelengkapan di tubuh manusia sebagaimana halnya panca indera dan anggota tubuh lainnya.

Tenaga bathin bisa dibangkitkan melalui gerakan jurus-jurus silat yang dipadukan dengan olah nafas serta konsentrasi dengan memohon keridhoan Alloh SWT. Dituturkan pimpinan Budi Suci Sunda Ben Ali di kediamannya Kampung Rontog Desa Sukahaji Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Selasa (15/11). 

Dijelaskan Abih, Perguruan budisuci mempunyai 10 gerakan jurus yang perlu diketahui setiap anggotanya masing-masing, juga mempunyai larang pantang yang harus dijaga dan dihindarinya, yaitu tidak boleh durhaka kepada kedua orangtua, berkhianat kepada kawan seperguran khususnya dan umumnya terhadap sesama, berzina  dan melakukan dosa besar lainnya. 

Perguruan budisuci juga mempunyai visi misi diantaranya, memperbaiki akhlak Budi pekerti amal bil Ma’ruf nahi Munkar, mempererat tali silaturahmi antara sesama.

Histori berdirinya perguruan budi suci identik dengan perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mencapai kemerdekaan. Bahkan sejarah mencatat bahwa belenggu pemerintahan penjajahan tentara jepang yang terkenal kejam, tepatnya pada tahun 1941 di kota Pariaman Sumatra Barat, Buya H.M Noer (alm) mendirikan beladiri kebathinan budisuci untuk melawan penjajahan. Atas prakarsanya pula perguruan ini diberi nama PERGURUAN BELADIRI KEBATHINAN BUDISUCI (PBBS). 

Hal ini didasarkan kepada perguruan bukan hanya mengajarkan jurus-jurus pencak silat dalam bentuk dzohiriyah saja, tetapi juga mengajarkan benteng pertahanan diri ghoib dalam bentuk bathiniyah.

Dengan kata lain, perguruan beladiri budisuci mengajarkan kepada kadernya tentang ilmu dzohiriyah berupa pencak silat dan ilmu bathiniyah berupa benteng ghoib yang bersumber dari kitab suci Al Quran dan hadits Rasulullah Saw.

Dengan demikian kader sejati perguruan beladiri Budi Suci adalah manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. bermental baja, berhati mulia, berbudi luhur dan berjiwa tadzakkur.

Pada perkembangan selanjutnya Buya H.M. Noer mengkaderkan dan mengangkat seorang murid menjadi Khalifah perguruan beladiri budisuci bernama Buya Bagindo Rajo Bujang di daerah Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman Sumbar. 

Perguruan ini berkembang sampai dengan tahun 1960 namun metode pembelajarannya masih sederhana dan berkembang dari mulut ke mulut.Pada akhir tahun 1960 mengalami kepakuman dan cenderung tidak ada pengkaderan dan pengajaran. 

Fakta sejarah berikutnya, dari tahun 1965, Buya Bagindo Rajo Bujang mengkaderkan dan mengangkat seorang murid menjadi Khalifah perguruan beladiri Budi Suci bernama Buya Darussalam di Pasar Usang Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman Sumbar.

Atas upaya prakarsa Buya Darussalam pada pertengahan tahun 1968, perguruan beladiri Budi Suci kembali bangkit dan diperkenalkan pada masyarakat luas.

Salah satu upaya Buya Darussalam pada tahun 1989, Beliau mengangkat seorang murid menjadi Khalifah perguruan beladiri Budi Suci bernama Abdul Wahanasri yang berdomisili di Bukittinggi.

Syukur Alhamdulillah di tangan beliau Buya Abdul Wahanasri berkembang dengan pesat, pada tahun 1995 murid perguruan beladiri Budi Suci Kota Bukittinggi mencapai ribuan orang.

Fakta sejarah berikutnya sehingga bisa berkembang ke Jawa Barat wilayah Bandung dan lainnya sekitar tahun 2015 diperkenalkan oleh diantaranya anggota nya juga bernama Rachmat Hidayat Dan Ben Ali, dinamai dengan nama perguruannya BUDI SUCI SUNDA.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *