Pesan Tegas Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo: Kembali ke Akar Pengabdian Sebagai Pelayan dan Pelindung Masyarakat

76

dutapublik.com, JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., S.I.K., M.Hum., menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) di seluruh Indonesia. Dalam arahannya pada Jumat (10/10/2025), beliau mengajak seluruh anggota Polantas untuk “Kembali ke Akar Pengabdian”, dengan menegaskan bahwa tugas utama Polantas sejatinya bukan tentang pangkat, jabatan, ataupun kekuasaan.

Irjen Pol Agus menegaskan bahwa setiap anggota Polantas harus kembali memahami tiga pilar fundamental yang menjadi napas pengabdian mereka, yakni Niat, Sikap, dan Tindakan. Ketiganya menjadi pondasi dalam membangun karakter Polantas sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat.

“Rekan-rekan Polantas di seluruh penjuru negeri, Di tengah dinamika dan tantangan saat ini, mari kita berhenti sejenak untuk merenung. Untuk apa saya mengenakan seragam ini setiap hari?
Jawabannya bukan pangkat, jabatan, atau kekuasaan, melainkan tiga pilar pengabdian berikut,” ujarnya.

1. NIAT: Mengabdi, Bukan Dilayani

Setiap pagi saat mengenakan seragam, luruskan niat bahwa tugas ini adalah bentuk ibadah melalui pengabdian.
Kita menjaga setiap nyawa di jalan raya memastikan seorang ayah pulang ke keluarganya dan seorang anak tiba di sekolah dengan selamat.
Jauhkan niat mencari keuntungan pribadi, karena setiap rupiah yang bukan hak kita adalah racun bagi kehormatan diri dan institusi.

2. SIKAP: Memanusiakan, Bukan Menghakimi

Pandang setiap pengguna jalan sebagai bagian dari keluarga kita ibu, bapak, adik, atau anak. Perlakukan mereka dengan hormat dan empati. Saat ada pelanggaran, lakukan edukasi, bukan arogansi. Jadilah pelindung yang bijaksana, bukan sosok yang menakutkan di jalan.

3. TINDAKAN: Menjadi Solusi, Bukan Masalah

Kehadiran Polantas harus selalu menjadi jawaban atas kesulitan masyarakat.
Tugas utama kita adalah: Mengurai kemacetan, Menolong korban kecelakaan dan Mengedukasi pelanggar karena ketidaktahuan.

Setiap interaksi adalah ladang kebaikan untuk menumbuhkan kepercayaan publik, aset paling berharga yang hanya lahir dari ketulusan.

“Mulai hari ini, mari kita buktikan bahwa seragam kita adalah simbol pertolongan, bukan sumber ketakutan.” (N.H)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *