dutapublik.com, BEKASI – Polemik tanah Sawah di Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi masih terus berlanjut, bahkan kali ini Anggota Kepolisian dari Polres Metro Bekasi turun langsung ke tengah petakan Sawah menghampiri para petani yang lagi memotong padi, Rabu (22/9).

Mobil Inafis Polres Metro Bekasi Yang Digunakan Menggeruduk Petani
Ditengah asyiknya motong padi yang sudah menguning, kembali para petani dikejutkan dengan kedatangan Anggota Kepolisian dari Polres Metro Bekasi yang langsung turun ke tengah petakan sawah dan menghentikan kegiatan para petani sambil memvonisnya sebagai pencuri.
Para petani langsung diam dan menghentikan kegiatannya dengan perasaan nyesek karena merasa difitnah telah mencuri tanaman padi yang tengah mereka panen.
“Nyesek bangat bang, masa saya dikatain mencuri tanaman padi orang, lah dari awal saya yang bayar traktornya, saya yang tanam terus saya juga yang rawat, eh pas manen sekarang saya dikatain nyuri, apa ora nyesek dada saya bang,” ujar seorang petani yang enggan disebutkan namanya menerangkan.
Diketahui satu hari sebelumnya, para petani tersebut juga sudah didatangi oleh Anggota Kepolisian dari Polsek Pebayuran dan menghentikan kegiatannya.
“Kemarin juga ada Polisi yang turun ke Sawah tapi sudah rapih dimediasi oleh LSM IKAPUD Nusantara, kali saya teh ora bakal datang lagi, eeeh datang lagi bae duh lemes saya bang,” ungkapnya menambahkan.
Para Petani di Desa Bantarsari Kecamatan Pebayuran terus menerus dibuat resah oleh kedatangan Anggota Kepolisian dan meminta Kepada Pemerintah Desa agar segera merapihkan masalah tersebut agar para petani menjadi tenang dalam menjalankan aktivitasnya.
“Saya mohon kepada aparatur Pemerintah Desa, tolongin atuh kami ini biar tenang, ora was-was wae jadinya,” pungkasnya. (Iwan Ridwan)





