PMII Komisariat STMIK Kotaagung Gelar Webinar Bahas Pencegahan Paham Radikal Di Kalangan Mahasiswa

490

dutapublik.com, TANGGAMUS – Di tengah situasi yang semakin pesat dalam dunia IT dan perkembangan zaman, Ketua Komisariat PMII STMIK Kota Agung, Eka Safitri mengadakan webinar yang bertemakan “MENCEGAH PAHAM RADIKALISME DI KALANGAN MAHASISWA” dengan Mengundang narasumber dari Ketua KBPP Polri Lampung Dr. Fauzi dan Ken Setiawan pendiri NII Crisis Center (Pusat Rehabilitasi Korban NII) yang mana dalam webinar ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa dan pelajar setingkat SMA dan SMK, juga diikuti oleh masyarakat sipil dan instansi pemerintah.

Kegiatan Webinar ini sangat penting sekali untuk menghindari paham radikal bagi pelajar dan mahasiswa terlebih lagi para kawula muda yang haus akan ilmu. Apalagi sekarang ini Lampung sudah ada yang terpapar sebagai anggota teroris dan keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ken Setiawan yang sering disapa Mas Ken menyampaikan radikalisme sekarang sudah menjadi virus yang perlu Vaksinasi untuk segera dicegah, karena radikalisme merupakan cikal bakal dari teroris

“Radikalisme memang belum tentu teroris tetapi teroris sudah pasti radikal,” kata Ken.

Untuk itu Ken Setiawan memberikan pemahaman untuk mencegah paham paham ekstrim ini yang akan mendoktrin pemikiran-pemikiran pelajar dan mahasiswa.

Sementara menurut Dr. Fauzi, para pemuda dan mahasiswa harus benar-benar mefokuskan terhadap ilmu apa yang ingin didalami karena itu juga merupakan salah satu cara untuk menangkal paham radikalisme. “Dengan banyaknya berita yang mudah untuk dibaca pada sekarang ini harus membuat kita lebih teliti lagi sehingga sebelum kita sharing harus kita saring dulu kebenarannya,” ujar Fauzi.

Kegiatan ini juga tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Tanggamus, ada juga mahasiswa dari Pringsewu, Way Kanan bahkan Bengkulu dan Jambi yang antusias mengikuti acara kegiatan ini guna menambah wawasan terhadap pemahaman tentang radikalisme.

Eka Safitri mengharapkan kegiatan webinar ini dapat memberikan penjelesan pemikiran tentang paham radikalisme ini dan bagaimana cara menjauhinya dan mengetahui bagaimana ciri-ciri orang yang sudah terpapar radikal karena radikalisme ini sering tidak bergejala. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *