dutapublik.com, MEMPAWAH – Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Al-Hamidiyah sukses mengadakan Haflatul Akhirussanah dan Pengajian Umum, bertempat di halaman Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Segedong Mempawah Kalimantan Barat, pada Selasa (29/3).
Acara ini dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dibuka dengan acara pembagian hadiah sekaligus hiburan penampilan kreasi dari para Santri.
Acar tersebut turut dihadiri oleh Pengasuh Pontren Bahrul Ulum Sungai Bakau Kecil KH. Abdul Hamid, S.H., Mubaligh KH. Bukhori H. Mukhlis, Habib Ali Assegaf, Habib Jamil Al Habsyi, serta dihadiri Kapolsek Kecamatan Segedong Suhardi.
Sambutan pertama disampaikan Ustad Syahroni, Ia mengucapkan terima kasih, bangga dan rasa hormat kepada segenap para hadirin yang telah hadir.
“Ahlan Wasahlam Bihudurikum, terima kasih kepada tamu undangan yang telah hadirdi acara ini khususnya kepada KH. Abdul Hamid, S.H. dan terima kasih kepada Panitia penyelenggara yang telah membantu menyukseskan acara Haflatul Imtihan malam ini. Kami mohon maaf kepada hadirin para tamu undangan apabila dari segi sambutan ataupun konsumsi, memiliki banyak kekurangan dan tidak menyenangkan hati.”
“Bahagialah kepada Ulama karena selayaknya kita ini bahagia dan mengagungkan kepada Ulama, karena Ulama ialah Pewaris Nabi SAW. Maka dari itu, kami mengajak kepada Santri untuk meningkatkan rasa cinta kepada Ulama dan wajib kita mencintai kepada Ulama karena akan membawa dampak berguna baik di dunia ataupun di Alam Barzah dan membawa manfaat bagi kita semua,” tuturnya.
Bukhori H Mukhlis dalam Tausiyahnya menyampaikan, bahwa anak muda merupakan anak generasi, sebuah harapan. Sudah sepatutnya untuk orang tua memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya dalam membentuk karakter yang positif dan mempunyai pegangan ilmu agama yang baik.
“Hidup Seorang Pemuda adalah dengan Ilmu dan Taqwa. Kepada para Bapak Ibu wajib untuk menyekolahkan anaknya ke Pondok Pesantren, karena di Pondok Pesantren mengajarkan hal yang bersinergi positif dan diwajibkan anak diajarkan ilmu Agama, yaitu Tauhid, Syariat dan ilmu Tasawuf.”
“Jangan sembarangan belajar ilmu Ttasawuf terkecuali kepada orang yang sangat jelas, karena orang yang mengajar ilmu Ma’rifat itu sama menyebutkan dirinya kepada Lautan dan perlu diketahui Tasawuf ini bukanlah ilmu, akan tetapi sebuah tingkatan,” terangnya.
Tausiyah (Mauizdohtul Hasanah) merupakan ceramah Islamiyah yang disampaikan oleh Kiai maupun Ustad kepada masyarakat untuk memberikan ketenangan dan kesejukan dalam hati. (Pattha)





