Publik Diduga Dibikin Bodoh Pemdes Ciptamarga, Proyek Pengaspalan Dibuat Sumir Antara Hotmix Atau Warm Mix

487

dutapublik.com, KARAWANG – Proyek pengaspalan (Hotmix) di Desa Ciptamarga Kec. Jayakerta menuai pertanyaan publik dikarenakan proses pengerjaan yang sangat singkat dan diduga memakai alat, serta kualitas dan bahan yang diduga tidak sesuai dengan apa yang tercantum di papan proyek.

Hasil investigasi serta pengecekan team media dutapublik.com diduga proyek itu bukan pengaspalan (Hotmix) dikarenakan ada dua pekerjaan yang hampir sama, tetapi dari alat, bahan, barang, kualitas dan harga yang berbeda.

Karena jika pengaspalan (Hotmix) berarti aspal campuran panas atau HMA yang diberikan untuk campuran aspal yang dipanaskan dan dituangkan pada suhu antara 300 – 350 derajat Fahrenheit yang paling umum digunakan karena fleksibilitasnya, tahan cuaca dan kemampuan untuk mengusir air.

Aspal campuran panas digunakan ketika suhu udara luar di atas 40 derajat, karena kecenderungannya untuk pendinginan yang dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, termasuk campuran bertingkat padat, aspal matriks batu, dan campuran kadar terbuka.

Campuran kelas padat dikategorikan sesuai dengan ukuran agregat yang digunakan dan dibagi ke dalam dua subkategori, termasuk kelas halus dan kasar. Campuran berbutir halus bergradasi halus mengandung persentase pasir dan batu kecil yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang berbutir kasar. Jenis campuran ini dapat digunakan untuk membuka jalan lalu lintas tinggi, antar negara bagian, dan jalan raya.

Sedangkan Warm Miz adalah campuran hangat atau WMA saat ini digunakan di sekitar 30 persen dari semua proyek paving. WMA diproduksi pada suhu antara 200 – 250 derajat Fahrenheit. Ini menggunakan lebih sedikit bahan bakar fosil dan sumber daya dalam proses pembuatannya dan termasuk bahan pengikat tambahan dan aditif, termasuk lilin, emulsi, dan zeolit ​​untuk lebih mudah menuangkan dan menyebar pada suhu rendah.

WMA lebih murah untuk diproduksi daripada HMA. Karena aspal campuran hangat diproduksi dan dikirim pada suhu yang lebih rendah, aspal campuran tidak mendingin secepat yang lebih panas. Oleh karena itu, dapat dikirim jarak jauh dan digunakan di luar bulan normal dan bulan konstruksi jalan. Ini dapat digunakan untuk membuka jalan, jalan raya, antar negara bagian, jalur kereta, jalan masuk, dan jalur jalan kaki di siang hari atau di malam hari.

Dan diduga pengerjaan pengaspalan di desa ciptamarga itu bukan (Hotmix) tapi (Warm Mix) dan jika memang benar, maka proyek pengaspalan yang memakan anggaran Rp176.873.000 tersebut sudah melakukan pembodohan publik karena dari pekerjaan, alat, barang, serta suhu itu tidak sama dengan pengaspalan (Hotmix) yang sebenarnya.

Dalam hal ini, SL salah satu warga dari luar daerah yang kebetulan melintas dan melihat pekerjaan tersebut meminta agar permasalahan ini ditindak lanjuti.

“Kalau ini tidak sesuai maka harus di tindaklanjuti dan dilaporkan, karena masyarakat tidak tahu apa yang dikerjakan, taunya ada kerjaan aspal doang,” jawab SL kepada media dutapublik.com, Minggu (10/4).

Sampai pemberitaan ini terbit, dari pihak pemborong maupun kepala desa masih tidak bisa ditemui atau dihubungi seakan menghindar dari awak media. (Bunsal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *