Pungli Pembuatan Kartu Indonesia Sehat Di Probolinggo Raya Disorot

304

dutapublik.com, PROBOLINGGO – Salah satu kebijakan Pemerintah dalam membantu warga miskin adalah dengan memberikan kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat). Tujuannya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

Tak hanya itu, Kartu KIS dapat digunakan di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut.
Namun fakta di lapangan masih saja ada oknum yang berani secara terang-terangan melakukan Pungutan Liar (Pungli), dengan meminta sejumlah uang di dalam pembuatannya.

Hal ini diungkapkan oleh sejumlah warga Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. “Disini pembuatan kartu Indonesia sehat ( KIS ) dikenakan biaya mas, bahkan 1 KK itu ada yang dikenakan biaya Rp800 ribu oleh oknum yang membuat kartu Indonesia sehat (KIS) tersebut,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu Edi Suprapto selaku ketua Jamkeswatch Probolinggo Raya mengatakan bahwa memang masih banyak oknum yg menerima jasa pembuatan KIS yang sumbernya dari PBI D.

“Memang banyak oknum penerima jasa pembuatan KIS, itu yang melakukan pungli mas dan tidak bisa dipungkiri juga oknum perangkat desa juga masih banyak yang terlibat didalamnya. Padahal daerah kita sudah lama masuk kategori UHC (Universal Health Coverage),” ungkapnya.

“Jadi sudah sangat mudah untuk pengajuan BPJS/KIS untuk warga yang memang membutuhkan layanan kesehatan. Sebenarnya hal itu bisa diminimalisir, salah satunya dengan cara, seorang PIC Edabu yang terdapat di puskesmas – puskesmas harus benar – benar selektif, artinya harus dengan prosedur yang sudah ditentukan,” imbuhnya.

“Bukan hanya mengajukan karena ada unsur kedekatan, kedepan kita harus benar – benar bersinergi dengan pihak – pihak terkait untuk mempersempit gerak oknum penyedia jasa tersebut karena itu sangat merugikan warga yang jadi korbannya. Bukan membantu kalau ternyata ada tarifnya yang cukup besar.
Dan perlu juga diketahui bersama bahwasannya pungli semacam ini bisa juga ditarik ke arah pidana,” tutup Edy Suprapto selaku ketua Jamkeswatch Probolinggo Raya.

Sementara itu, oknum yang di mduga melakukan pungli saat di mkonfirmasi menyampaikan bahwa hal itu tidak benar adanya. “Itu tidak benar mas, saya tidak pernah merasa dan lagian kalau mau gratis silahkan jalan sendiri tidak usah pakai jasa orang lain, semua butuh bensin mas,” ungkapnya saat dihubungi lewat jejaring whatsapp. (SNR)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *