Puskesmas Cipayung Gelar Sosialisasi Penanggulangan TBC dan Penyakit Menular di Desa Labansari Tahun 2025

204

dutapublik.com, BEKASI – Dalam upaya memperkuat pencegahan penyakit menular serta meningkatkan layanan dasar kesehatan, Pemerintah Desa Labansari bersama Puskesmas Cipayung menyelenggarakan Sosialisasi Penanggulangan TBC dan Penyakit Menular pada Kamis, 4 Desember 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Labansari Amak Gojali, Kepala Puskesmas Cipayung Ajat Jatnika, SKM, dr. Krisni Sulistiowati, Penanggung Jawab TB Udi Muhadi, S.Kep.Ners, Bidan Desa Niyah Warsiyah, Amd.Keb, serta petugas Promosi Kesehatan Selvi Pamuga, S.Kep.Ners.
Selain itu, para kader Posyandu se-Desa Labansari dan tokoh masyarakat turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Labansari Amak Gojali menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan langkah penting untuk menekan kasus TBC dan penyakit menular lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan TBC dan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cipayung Ajat Jatnika, SKM, menjelaskan bahwa TBC masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini serta memanfaatkan layanan pengobatan gratis yang telah disediakan pemerintah.

Dalam sesi materi, dr. Krisni Sulistiowati memaparkan secara rinci mengenai cara penularan TBC. Menurutnya, TBC menular melalui udara yang terkontaminasi percikan dahak penderita. “Penularan TBC terjadi ketika seseorang menghirup percikan udara yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Karena itu, penggunaan masker, ventilasi rumah yang baik, serta pemeriksaan dini sangat penting untuk memutus rantai penularan,” jelas dr. Krisni.

Materi sosialisasi juga mencakup: Gejala dan cara penularan TBC, Pentingnya deteksi dini dan pengobatan tuntas, Upaya pencegahan penyakit menular lainnya, daan peran keluarga, kader, dan masyarakat dalam pengawasan kesehatan lingkungan.

Kehadiran para kader Posyandu dan tokoh masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membantu penyebaran informasi kesehatan hingga ke tingkat RT dan RW.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Desa Labansari berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan, serta aktif mendukung program kesehatan daerah. (SM Migung)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *